
alazharheritage.com – 6 Alasan Orang Males Banget Bahas tentang Kematian — Alasan ke-6 Bikin Geleng-Geleng!
Jujur saja.
Kalau ada yang ngomong soal kematian, sebagian besar orang langsung:
- ganti topik
- bercanda untuk menghindar
- merasa tidak nyaman
- atau jawab, “jangan ngomongin yang aneh-aneh deh…”
Padahal Allah sudah menegaskan:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.”
(QS. Ali Imran: 185)
Kematian itu pasti.
Yang tidak pasti hanyalah waktunya.
Lalu, kenapa banyak orang malas banget membahasnya?
Ini dia alasannya — dan nomor 6 sering bikin orang langsung terdiam.
Berikut 6 Alasan Orang Males Banget Bahas tentang Kematian:
1. Karena merasa masih muda dan masih sehat
Ini kalimat klasik:
“Ah, masih jauh. Masih sehat kok.”
Padahal:
- yang meninggal tidak selalu tua
- yang pergi duluan tidak selalu sakit
- Sebab kematian tidak memilih usia. Hanya mengikuti takdir-Nya
Pemakaman hari ini diisi oleh:
- bayi
- remaja
- dewasa
- lansia
Kematian tidak menunggu uban.
Justru karena tidak tahu kapan, maka yang bijak itu siap lebih dulu.
2. Karena merasa pembicaraan tentang kematian itu “menakutkan”
Banyak orang berkata:
“Ngeri ah, jangan dibahas.”
Padahal yang menakutkan bukan kematiannya.
Yang menakutkan adalah:
- belum siap
- belum punya bekal
- belum punya rencana
Para sahabat justru sering mengingat mati karena itu:
- melembutkan hati
- memperbaiki perilaku
- membuat hidup lebih berarti
Kematian hanya menakutkan kalau kita tidak siap menghadapinya.
3. Karena belum siap secara spiritual dan mental
Saat topik kematian muncul, hati berbisik:
- “Ibadah aku belum benar.”
- “Masih banyak dosa.”
- “Belum siap ditanya di kubur.”
Lalu pikiran lari — bukan karena tidak percaya mati, tapi karena belum siap menjawabnya.
Padahal justru dengan membahas kematian:
✔ kita jadi ingin bertaubat
✔ jadi ingin memperbaiki diri
✔ jadi sadar waktu itu terbatas
Menghindari topik kematian tidak membuatnya hilang.
Ia akan tetap datang — hanya saja kita kehilangan kesempatan untuk siap.
4. Karena merasa tabu atau “pamali”
Sebagian orang masih berpikir:
“Jangan ngomongin mati, nanti ketarik.”
Ini bukan ajaran Islam.
Ini hanya mitos budaya.
Rasulullah ﷺ justru bersabda:
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan: kematian.”
(HR. Tirmidzi – hasan)
Berarti:
- membahas kematian = dianjurkan
- mengingat mati = ibadah
- mempersiapkannya = tanda iman
Yang “pamali” itu bukan bicara kematian.
Yang berbahaya adalah hidup tanpa mengingat kematian.
5. Karena tidak ingin menyusahkan hati orang yang dicintai
Sering orang berkata:
“Nanti saja deh bahasnya, aku tidak ingin bikin anak atau pasangan sedih.”
Padahal yang menyedihkan itu justru:
- saat meninggal tanpa persiapan
- keluarga kebingungan urusan pemakaman
- biaya mendadak tidak siap
- lahan makam tidak ada
- administrasi panik di tengah tangisan
Membahas kematian sekarang itu bukan bikin sedih
itu justru bentuk kasih sayang yang dewasa.
6. Karena diam-diam masih merasa… kematian itu pasti terjadi pada orang lain dulu
Ini yang bikin geleng-geleng.
Tanpa diucapkan, banyak orang berpikir:
“Yang meninggal duluan pasti orang lain. Bukan aku… sekarang.”
Kita hadir ke takziah.
Kita antar jenazah.
Kita berdiri di tepi kubur.
Dan di lubuk hati yang paling dalam, ada bisikan:
👉 “Ini tentang orang lain — bukan tentang aku… setidaknya, belum sekarang.”
Padahal suatu hari:
- nama kita yang diumumkan
- wajah kita yang dimandikan
- tubuh kita yang dikafani
- liang lahat itu yang menunggu kita
Dan saat hari itu datang, sudahkah semuanya siap?
Lalu, apa langkah paling sederhana sekarang?

Langkah pertama :
Cukup datang ke Al-Azhar Memorial Garden,
👉 lihatlah.. apakah mereka yang sudah meninggal dunia kuburannya begitu menyeramkan?
👉 rasakan suasananya: indah, terawat dan jauh dari kesan angker dan seram.
lalu tanyakan pada hati:
- “Tenangkah keluargaku jika nanti aku dimakamkan di sini?”
- “Apakah aku sudah memuliakan diriku setelah mati?”
- “Apakah aku ingin makamku terawat, rapi, dan syar’i?”
Di sana Anda akan melihat:
- pemakaman khusus muslim
- konsep taman yang indah dan terawat
- bebas kumuh, bebas tumpang tindih
- perawatan jangka panjang gratis dan profesional
- tempat ziarah yang menenangkan keluarga

Dan mungkin, hati Anda akan berkata:
“Ternyata membahas kematian tidak menakutkan…
Justru ini membuatku lebih siap dan lebih tenang.”
Penutup: Berani membahas, berarti berani mencintai
Kematian itu pasti.
Kesiapan itu pilihan.
Anda tidak perlu memutuskan apa pun hari ini.
Cukup jujur pada diri sendiri:
🕊 apakah aku siap?
🌿 apakah keluargaku akan tenang nanti?
💚 apakah aku sudah mempersiapkan tempat yang layak?
Kalau hati Anda berbisik “iya, aku harus mulai mempersiapkan”…
itu tanda Allah sedang mengetuk.
Langkah pertama sederhana:
👉 Datanglah survei ke Al-Azhar Memorial Garden kami dampingi dan antar jemput anda secara gratis.. Hubungi Agen terpercaya kami.

Baca Artikel Lainnya :
Pemakaman Muslim Syar’i di Jabodetabek — Lingkungan Tenang, Terawat & Sesuai Syariat
Kavling Makam Keluarga Muslim — Tetap Bersama dalam Satu Area yang Tenang & Terhormat
Harga Makam Al Azhar Memorial Garden Terbaru 2026 — Khusus Muslim, Modern & Bisa Dicicil
Pemakaman Modern Muslim di Jabodetabek — Akses Mudah dari Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang & Bogor
