
alazharheritage.com – Persiapan Makam: Antara Prioritas, Kesiapan Dana, dan Jalan Kebaikan untuk Semua. Ketika Kehidupan Memiliki Banyak Prioritas
Dalam hidup, kita sibuk mengurus:
- pendidikan anak,
- perawatan rumah,
- bisnis dan investasi,
- bahkan rencana pensiun.
Namun ada satu urusan yang hampir selalu ditunda:
โDi mana kita akan beristirahat ketika dunia berhenti memanggil nama kita?โ
Kita menyiapkan banyak hal untuk kehidupan,
tetapi sering lupa menyiapkan rumah bagi kepergian.
Padahal, rumah terakhir itu adalah tempat kita tinggal lebih lama daripada rumah dunia.
๐ 1. Bagi yang Mampu Secara Harta: Mengapa Menunda Sesuatu yang Pasti?
Sebagian dari kita diberi kelapangan rezeki oleh Allah:
rumah megah, kendaraan nyaman, tabungan cukup, bahkan haji sudah tertunaikan.
Namun ketika berbicara soal makam โ sering kali jawabannya:
โBelum jadi prioritas.โ
โMasih lama insyaAllah.โ
Padahal Rasulullah ๏ทบ bersabda:
โYang paling cerdas di antara kalian adalah yang paling banyak mengingat kematian dan mempersiapkannya.โ
(HR. Tirmidzi)
Kematian tidak menunggu kesiapan,
dan menunda kebaikan tidak membuat ajal menjadi lebih lambat datang.
Kita boleh merencanakan segalanya,
tapi jika tidak menyiapkan rumah terakhir,
maka pada akhirnya keluarga kita yang akan menanggung kepanikan di hari duka.
๐ฟ 2. Krisis Lahan Pemakaman di Jakarta: Kenyataan yang Tak Bisa Diabaikan
Jakarta kini di ambang krisis makam.
Data dari berbagai sumber menyebutkan:
- Lebih dari 80% TPU sudah penuh.
- Banyak area hanya bisa menampung 3 tahun lagi.
- Sistem tumpang makin lazim dilakukan.
- Kondisi padat dan sulit diziarahi.
- Nisan sering rusak, bahkan hilang.
Kita tidak bicara soal gaya hidup,
tetapi soal kehormatan setelah wafat.
Bayangkan, jenazah orang beriman dimakamkan di tempat yang sempit,
berdesakan, bahkan kadang dilangkahi orang yang lalu.
Apakah itu bentuk cinta terakhir yang kita inginkan untuk diri sendiri atau orang tua kita?
๐ 3. Al Azhar Memorial Garden: Solusi yang Menjaga Adab dan Ketenangan
Di tengah krisis itu,
Al Azhar Memorial Garden hadir sebagai pemakaman syariah yang bukan hanya menyediakan lahan,
tapi juga memuliakan prosesi dan menjaga doa.
โ
Tidak ada sistem tumpang
โ
Perawatan selamanya
โ
Lingkungan muslim seluruhnya
โ
Prosesi sesuai tuntunan Rasulullah ๏ทบ
โ
Arah kiblat seragam
โ
Suasana tenang dan indah untuk ziarah
โ
Fasilitas nyaman bagi keluarga
Ziarah menjadi ibadah yang menenangkan, bukan perjuangan yang menyedihkan.
Kubur bukan lagi tempat yang dilupakan,
melainkan rumah yang dirawat dengan adab dan cinta.
๐ฟ 4. Untuk yang Belum Siap Secara Dana: Allah Selalu Membuka Jalan
Tidak semua orang langsung mampu membeli kavling makam,
namun setiap orang bisa memulai langkah kebaikan.
Allah membuka jalan melalui program kemitraan agen Al Azhar Heritage โ
bagi siapa pun yang ingin menjadi bagian dari solusi mulia.
๐ธ Dengan menjadi agen, Anda:
- menolong keluarga muslim memuliakan jenazah,
- mengedukasi masyarakat tentang pentingnya persiapan akhirat,
- mendapat penghasilan halal dari dakwah yang nyata,
- dan akhirnya โ dari hasil jerih payah itu โ
bisa membeli makam untuk diri sendiri dan orang tua.
โSiapa yang menjadi sebab adanya kebaikan,
baginya pahala seperti pelakunya.โ
(HR. Muslim)
Setiap makam yang Anda bantu persiapkan,
akan menjadi saksi pahala dan amal jariyah bagi Anda.
Anda bukan hanya menjual lahan,
tetapi mengantarkan keluarga pada ketenangan abadi.
๐ธ 5. Penutup: Persiapan Ini Bukan Tentang Takut Mati, Tapi Tentang Cinta
Menyiapkan makam bukan tanda pesimis,
tetapi tanda cinta dan tanggung jawab.
๐ฟ Bagi yang mampu โ jadilah teladan.
๐ฟ Bagi yang belum mampu โ jadilah jalan kebaikan.
Karena Allah menilai niat dan langkah, bukan sekadar angka di tabungan.
Persiapan makam bukan kemewahan,
tetapi bukti kesadaran bahwa kita mencintai keluarga kita hingga setelah kematian.
โCinta yang sejati bukan hanya mengantarkan sampai ke liang lahat,
tetapi memastikan bahwa tempat itu layak, terhormat, dan penuh doa.โ
๐ฟ
Al Azhar Memorial Garden
Karena rumah terakhir harus dijaga dengan adab,
dan dipilih dengan iman.

Baca Artikel Lainnya
Ketika Jakarta Tak Lagi Punya Tempat Peristirahatan Terakhir
Sampai Kapan Kita Bisa Memilih Tempat Peristirahatan Terakhir?
Kubur yang Ditinggalkan, Doa yang Perlahan Menghilang
Mengapa Kita Harus Memilih Tetangga Akhirat dengan Hati-hati?

