photo_2025-11-04_16-45-14

Menyiapkan Makam Sebelum Kematian: Pandangan Syariat Islam

Menyiapkan Makam

alazharheritage.comMenyiapkan Makam Sebelum Kematian: Pandangan Syariat Islam

Antara Tanggung Jawab, Kasih Sayang, dan Kecerdasan Iman

Dalam Islam, kematian bukanlah hal yang tabu — tapi realitas yang pasti dan harus dipersiapkan.
Namun, satu hal yang sering diabaikan oleh umat Islam hari ini adalah menyiapkan tempat peristirahatan terakhir sebelum ajal tiba.


📖 Landasan Syariat: Kematian adalah Kepastian yang Harus Dipersiapkan

Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap jiwa akan merasakan mati.”
(QS. Ali Imran: 185)

Dan Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang yang cerdas adalah orang yang mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.”
(HR. Tirmidzi)

Ayat dan hadis ini menjadi dasar bahwa persiapan menuju kematian adalah bagian dari iman dan kecerdasan spiritual.

Termasuk dalam persiapan itu adalah:
✅ Persiapan amal
✅ Persiapan wasiat
✅ Persiapan finansial
✅ Dan — persiapan tempat dikuburkan dengan layak dan syar’i


⚖️ Hukum Menyiapkan Makam Sebelum Kematian

Para ulama rahimahumullah menjelaskan bahwa menyiapkan kubur sebelum wafat hukumnya boleh, bahkan dianjurkan, bila dilakukan dengan niat:

  • Menghindarkan keluarga dari kesulitan
  • Menjaga kehormatan jenazah
  • Menunaikan tanggung jawab sosial & syar’i

📚 Pandangan Ulama:

  • Imam Al-Nawawi dalam Al-Majmu’ menyebut: “Tidak mengapa seseorang menyiapkan kubur untuk dirinya sendiri semasa hidup, karena itu termasuk bentuk tadbirul umuri bil hikmah (mengatur urusan dengan bijak).”
  • Imam As-Suyuthi berkata dalam Al-Hawi: “Menyiapkan kain kafan dan liang lahat sebelumnya merupakan tanda orang yang berpikir tentang akhirat.”
  • Syaikh Ibn Baz (rahimahullah) berkata: “Tidak masalah seseorang mempersiapkan tempat kuburnya jika ia menginginkan kemuliaan bagi dirinya dan keluarganya, asalkan tidak berlebih-lebihan.”

Jadi, persiapan makam bukan bentuk takut mati, melainkan bentuk kesadaran iman dan tanggung jawab.


💡 Hikmah Menyiapkan Makam Sebelum Wafat

  1. Menghindarkan keluarga dari kebingungan & hutang
    Dalam kondisi duka, keluarga sering panik mencari makam, bahkan berhutang karena biaya pemakaman besar.
  2. Menjaga kehormatan jenazah
    Rasulullah ﷺ bersabda: “Memecahkan tulang mayit sama seperti memecahkan tulangnya ketika hidup.”
    (HR. Abu Dawud)
    ➜ Ini menunjukkan pentingnya memuliakan jenazah dengan pemakaman yang layak.
  3. Menjaga adab dan arah kiblat
    Di banyak TPU, karena padat, makam tidak lagi menghadap kiblat.
    Padahal, menghadapkan jenazah ke kiblat adalah sunnah yang muakkadah (sangat dianjurkan).
  4. Menjaga keharmonisan keluarga
    Karena semua sudah disiapkan, keluarga tinggal menjalankan tanpa konflik atau kebingungan.
  5. Menjadi wasilah pahala jariyah
    Menyiapkan lahan yang syar’i, bersih, dan layak adalah bentuk amal yang terus membawa manfaat — bahkan setelah wafat.

Masalah Nyata di Kota Besar

Hari ini, lahan pemakaman di Jakarta dan sekitarnya sudah sangat terbatas:

  • Banyak TPU penuh & ditumpuk
  • Ada yang tidak menghadap kiblat
  • Bahkan ada makam di pinggir jalan, dekat sampah, atau di bawah tower

Bayangkan — orang yang seumur hidupnya shalat menghadap kiblat,
tapi saat wafat, jasadnya justru tidak lagi diarahkan ke kiblat.

Bukankah itu bentuk kelalaian yang harus kita hindari sejak dini?


🌿 Solusi Syariah & Terhormat: Al Azhar Memorial Garden

Al Azhar Memorial Garden

Sebagai pemakaman muslim modern berbasis syariah,
Al Azhar Memorial Garden hadir menjawab kebutuhan umat akan:

  • Pemakaman khusus muslim
  • Sesuai tata cara syariat
  • Menghadap kiblat yang akurat
  • Tidak bertumpuk & tidak disewakan
  • Dirawat profesional oleh tim Al-Azhar
  • Lingkungan yang tenang, asri, dan mudah diziarahi

Karena setiap muslim berhak dimakamkan dengan kehormatan, ketenangan, dan arah kiblat yang benar.


❤️ Menyiapkan Makam = Bukti Cinta & Tanggung Jawab

Persiapan makam bukanlah perkara “takut mati”
melainkan perkara “tidak ingin merepotkan orang yang kita cintai.”

“Cukuplah seseorang berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggung jawabnya.”
(HR. Muslim)

Mereka yang wafat tenang,
dan mereka yang ditinggalkan pun tidak bingung, tidak berhutang, dan bisa berziarah dengan damai.


🕊 Iman Itu Terencana

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa orang yang cerdas adalah yang menyiapkan diri untuk akhirat.
Maka, mempersiapkan tempat peristirahatan terakhir bukan sekadar urusan dunia —
tapi bagian dari ibadah, kehormatan, dan cinta sejati.

“Barang siapa menanam kebaikan sebelum ajalnya, maka ia akan memetik ketenangan sesudahnya.”


🏡 Solusi Mulia:

📍 Tanah wakaf syariah
📍 Arah kiblat akurat
📍 Tidak bertumpuk
📍 Full pelayanan islami
📍 Area keluarga berdampingan

Karena setiap keluarga muslim berhak beristirahat dalam kemuliaan.

Baca Artikel Selanjutnya :

Persiapan Finansial Kematian: Kewajiban yang Sering Terabaikan

“Takut Jauh dari Makam Orang Tua?” — Justru Di Sini Kita Bisa Lebih Dekat Dalam Doa

Penambahan Kapling Makam Baru Al-Azhar Memorial Garden – Zona Zahratun & Khuzama

Persiapan Makam: Antara Prioritas, Kesiapan Dana, dan Jalan Kebaikan untuk Semua

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *