
alazharheritage.com – Di kota besar, semakin banyak orang hidup sendirian di apartemen kecil, di kamar sempit, atau di unit yang sunyi dari suara keluarga.
Di balik rutinitas harian, ada satu pertanyaan yang sering muncul dalam hati namun jarang berani diucapkan:
“Kalau aku wafat sendirian… siapa yang akan tahu? Siapa yang akan mengurus jenazahku?”
Pertanyaan yang sederhana, tapi menembus dinding jiwa.
Kota Besar Adalah Tempat Hiruk Pikuk—Namun Juga Tempat Banyak Orang Hidup Sendirian
Tidak semua orang tinggal bersama pasangan, anak, atau keluarga. Sebagian hidup sendiri karena:
- Bekerja di perantauan
- Belum menikah
- Orang tua di kampung
- Hubungan keluarga renggang
- Bercerai
- Atau memang memilih hidup privat
Namun semakin banyak orang yang mulai merasakan kegelisahan yang sama…
ketika sunyi menjadi teman sehari-hari.
Ketakutan Ini Nyata: Bila Sesuatu Terjadi, Siapa yang Akan Menangani?
Kita sering membaca berita:
- Warga apartemen ditemukan setelah 2–3 hari
- Tetangga baru sadar karena bau tidak biasa
- Pihak keamanan menemukan penghuni sudah tak bernyawa
- Proses pemulasaran terlambat karena tidak ada keluarga yang tahu
Peristiwa seperti ini membuat banyak orang terdiam lama.
Ada rasa takut yang sulit dijelaskan, seolah tubuh berkata:
“Aku sendirian… dan aku tidak ingin wafat dalam kesunyian tanpa siapapun yang mengurusku.”
Dalam Islam, Pemulasaran Adalah Kehormatan Terakhir
Mengurus jenazah adalah ibadah yang sangat mulia:
- dimandikan
- dikafani
- dishalatkan
- dikuburkan secara terhormat
Namun bagi orang yang hidup sendirian, muncul kekhawatiran:
“Apakah ada yang akan mengurusku dengan cara yang benar?”
“Apakah nanti aku akan ditangani oleh orang yang paham syariat?”
“Kalau tidak ada keluarga, siapa yang memastikan jenazahku tidak terlantar?”
Ini bukan ketakutan tentang kematian…
Ini ketakutan tentang kehormatan terakhir sebagai seorang muslim.
Ketika Kesepian Mengajarkan Kita Pentingnya Perencanaan
Banyak orang tidak sadar:
hidup sendirian berarti harus lebih siap, lebih terencana, dan lebih tertib dalam urusan akhir kehidupan.
Karena tidak ada jaminan orang lain akan tahu atau bertindak tepat waktu.
Di titik inilah banyak orang mulai memahami bahwa:
- memiliki kontak darurat
- memiliki wali wasiat
- memilih pemakaman yang terpercaya
- dan memastikan ada tim profesional pemulasaran
bukanlah hal tabu.
Justru itu tanda kedewasaan spiritual.
Kita Ingin Wafat Dengan Layak, Dihormati, dan Didoakan
Tidak ada seorang pun yang ingin jenazahnya:
- terlambat ditemukan
- dipulasara oleh orang yang tidak dikenal
- dipindahkan tanpa sepengetahuan keluarga
- atau dimakamkan di tempat yang tidak terjaga
Hati kecil kita memohon:
“Ya Allah… jangan biarkan aku wafat dalam keadaan terabaikan.”
Oleh karena itu, sebagian orang mulai berkata pada dirinya sendiri:
“Aku ingin memastikan semuanya tertata dengan baik.
Aku ingin jenazahku diperlakukan secara terhormat, syar’i, dan manusiawi.”
Ini adalah kebutuhan spiritual yang sering kita pendam, tapi sesungguhnya sangat manusiawi.

Perencanaan Bukan Berarti Takut Mati — Tapi Takut Merepotkan Orang Lain
Banyak orang yang hidup sendiri merasa:
- tidak ingin merepotkan saudara
- tidak ingin membuat keluarga panik mendadak
- tidak ingin membuat tetangga bingung
- tidak ingin jenazahnya ditangani seadanya oleh pihak apartemen
Karena itu, merencanakan pemulasaran bukan untuk diri sendiri saja,
tapi juga untuk meringankan orang-orang di sekitar kita.
Perencanaan akhir kehidupan adalah bentuk kepedulian
terhadap diri sendiri dan orang lain.
Hidup Sendirian Bukan Kesedihan — Tapi Memang Perlu Proteksi
Kesendirian tidak selalu buruk. Banyak orang menikmati privasi, ketenangan, dan fokus dalam hidup.
Namun kesadaran harus tetap hadir:
Kesendirian membutuhkan proteksi dan perencanaan.
- Supaya bila sesuatu terjadi, prosesnya jelas
- Supaya jenazah ditangani tim yang amanah
- Supaya keluarga di kampung tidak kebingungan
- Supaya kita wafat dalam keadaan terhormat sebagai muslim
Dan semua itu bisa dilakukan hari ini, selama kita masih sehat.
Kita Tidak Takut Mati, Kita Hanya Ingin Wafat Dengan Bermartabat
Setiap manusia ingin akhir yang baik—husnul khotimah, tenang, dan ditangani dengan cara yang benar.
Kita hidup sendirian mungkin karena keadaan.
Tapi kita tidak ingin wafat dalam kesunyian.
Maka wajar bila hati kita bergetar memikirkan pemulasaran jenazah.
Wajar bila kita ingin merencanakannya dari sekarang.
Wajar bila kita ingin memastikan:
“Bila aku pergi… aku tidak sendiri.”
Al Azhar Memorial Garden adalah tempat peristirahatan terakhir yang menjaga:
✔ syariah,
✔ kehormatan,
✔ ketenangan,
✔ dan kemudahan keluarga untuk berziarah selamanya.
Silakan pilih tipe yang paling sesuai untuk keluarga Anda.
Untuk cek ketersediaan kavling terbaik, saya siap membantu kapan saja. Hubungi Agen Resmi Al Azhar Memorial Garden
Baca Artikel lainnya
Ketika Makam Orang Tua Ada di Kampung, Namun Kita Tak Mampu Merawatnya
Peluang Mulia Bersama Al Azhar Memorial Garden – Bisnis Jariyah Bernilai Tak Terhingga
Kenapa Harus Membeli Makam di Al Azhar Memorial Garden? Kita Tidak Menikmatinya, kan?

