
alazharheritage.com – Tidak perlu merencanakan makam buru-buru, toh nanti pasti dapat juga makamnya. Itu salah satu kalimat yang sering kita dengarkan.
“Ah, nanti juga pasti dapat makam.
Belum pernah dengar ada orang nggak dikubur.”
Kalimat ini terdengar sederhana,
tapi menyimpan banyak salah paham yang perlu diluruskan —
bukan untuk menakut-nakuti,
tetapi untuk membuka mata dan hati kita tentang kehormatan setelah wafat.
Benar, semua orang pasti dikuburkan.
Dalam kondisi apa pun, jenazah harus dimakamkan.
Tetapi pertanyaan pentingnya bukan:
“Apakah saya bisa dimakamkan?”
Melainkan:
“Di mana saya akan dimakamkan?”
“Dalam kondisi seperti apa saya akan dimakamkan?”
“Apakah keluarga saya tenang saat mencari makam?”
“Akan seperti apa ziarah anak cucu saya nanti?”
Inilah inti yang sering tidak kita pikirkan.
🕌 Benar, Semua Orang Pasti Dimakamkan. Tapi Apakah Layak? Apakah Terhormat?
Islam mengajarkan kehormatan jenazah secara tegas.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Memecahkan tulang mayit sama seperti memecahkan tulang orang hidup.”
(HR. Abu Dawud)
Artinya, kehormatannya harus dijaga —
tidak boleh asal-asalan, tidak boleh seadanya,
tidak boleh di tempat yang merusak martabatnya.
Maka pertanyaan berikutnya muncul:
🌿 Jika dapat makam… dapat di mana?
➡️ Di tanah yang stabil atau labil?
➡️ Di tempat jelas atau yang letaknya sulit ditemukan?
➡️ Di area bersih atau berdekatan dengan TPS?
➡️ Di lahan yang aman atau rawan banjir?
➡️ Di area ziarah yang nyaman atau sempit dan berdesakan?
Ada keluarga yang dapat tempat,
tapi cucunya berkata:
“Kami tidak tega ziarah, karena tempatnya seperti tempat sampah.”
Tentu bukan itu yang kita inginkan.
⚠️ Fakta Lapangan: Dapat Makam Bukan Berarti Tidak Ada Masalah

Benar, sampai hari ini belum ada yang “tidak dimakamkan”.
Tapi banyak yang dimakamkan dalam kondisi:
1. TPU Penuh — Akhirnya Masuk Sistem Tumpang
Banyak daerah kini hanya menerima jenazah dengan sistem:
- tumpang,
- ditimpa,
- atau diurai ulang setelah 3–5 tahun.
Apakah ini yang kita kehendaki untuk keluarga kita?
2. Lokasi Sisa: Pojok-Pojok yang Tidak Layak
Ketika TPU hampir penuh, yang tersisa biasanya:
- pojok yang jauh dari jalan,
- area pinggir selokan,
- dekat TPS,
- lokasi rendah yang tergenang,
- tanah yang bergeser saat hujan.
Apakah ini bentuk penghormatan?
3. Akses Ziarah Sangat Sulit
Banyak keluarga akhirnya:
- tidak bisa menemukan nisan,
- tidak ada jalur ziarah,
- harus melangkahi makam orang lain,
- kakinya terpeleset karena tanah becek,
- dan akhirnya jarang ziarah karena suasana yang menyedihkan.
Di sini kita harus jujur:
Dapat makam itu mudah.
Mendapat makam yang layak… itu yang sulit.
🕌 Dari Sisi Syariah: Kita Tidak Hanya Dituntut Dikuburkan, Tapi Dimuliakan
Islam tidak hanya mengajarkan “menguburkan”,
tetapi juga “memuliakan” jenazah.
Poin penting syariah:
✔ Tidak boleh dilangkahi
✔ Tidak boleh dicampur non-Muslim
✔ Tidak boleh dijadikan tempat duduk atau jalan
✔ Tidak boleh dimakamkan di tempat najis
✔ Tidak boleh diletakkan di tempat berbahaya (banjir/longsor)
✔ Disegerakan pemakamannya
Jika yang tersisa hanya lokasi pojokan—
yang mengharuskan orang melangkahi kubur,
atau penuh sampah,
atau rawan banjir…
Bagaimana adab itu dijaga?
🌿 Kenyataan yang Harus Kita Akui: Kita Semua Pasti Dimakamkan, Tapi Tidak Semua Dimakamkan Dengan Benar
Ini bukan soal kaya atau miskin.
Ini soal kesadaran.
Ada orang yang hidupnya mulia,
tapi dimakamkan di tempat yang tidak layak —
bukan karena tidak punya uang,
tapi karena perencanaan yang tidak pernah dibahas.
Dan keluarga akhirnya menyesal.
Ada pula keluarga berkata:
“Andai kami tahu sebelumnya,
pasti kami siapkan tempat yang lebih terhormat untuk Ayah.”
Penyesalan terbesar datang dari hal-hal yang sebenarnya bisa direncanakan.
🌿 Di Sini Pentingnya Perencanaan Makam Sejak Dini
Perencanaan bukan berarti takut mati.
Perencanaan adalah bentuk:
- cinta,
- tanggung jawab,
- adab,
- dan penghormatan kepada diri sendiri dan keluarga.
Dengan perencanaan yang matang:
✔ keluarga tidak panik,
✔ proses pemakaman cepat,
✔ adab syariah terjaga,
✔ tempat layak diperoleh,
✔ ziarah lebih nyaman,
✔ dan nama tetap dikenang dengan baik.
🌿 Solusi Tenang: Makam yang Dirawat, Diatur, dan Dimuliakan

Inilah mengapa pemakaman seperti Al Azhar Memorial Garden menjadi pilihan banyak keluarga:
- tidak tumpang
- tidak bercampur
- punya walkway ziarah
- tidak dilangkahi kubur
- perawatan selamanya
- lingkungan hijau dan terjaga
- keamanan fisik & spiritual
- sesuai adab pemakaman Islam
Ini bukan soal mahal atau murah.
Ini soal kemuliaan.
Karena yang wafat tidak bisa memilih tempatnya sendiri.
Kitalah yang menetapkan kehormatannya.
🌸 Renungan untuk Kita Semua
Betul.
Kita pasti dimakamkan.
Tetapi pertanyaannya adalah:
“Apakah kita ingin hanya sekadar dikuburkan…
atau ingin dimuliakan?”
“Apakah keluarga kita akan tenang…
atau justru panik?”
“Apakah anak cucu akan mudah berziarah…
atau bahkan sulit menemukan makam kita?”
Kita tidak bisa memilih kapan mati.
Tapi kita masih bisa memilih bagaimana kita dihormati.

Semoga Allah memudahkan kita menjaga adab akhir perjalanan.
Semoga kita dimakamkan di tempat yang layak, terhormat, dan menenangkan keluarga. Hubungi Agen Resmi kami untuk survey dan konsultasi : Agen Resmi Al Azhar Memorial Garden
Baca Artikel Lainnya
Adab Pemakaman Syariah & Realitas Makam Kota Besar: Mengapa Perencanaan Itu Penting Sejak Dini
Para Edukator Syariah, Ada Satu Bagian Penting dari Perencanaan yang Selama Ini Belum Kita Ajarkan…
Ketika Kursi Roda Menyentuh Batu Nisan: Kisah-Kisah Hening di Walkway Al Azhar Memorial Garden
Bekasi dalam Bayang Krisis Makam: Fakta, Risiko, dan Langkah Bijak Keluarga Muslim

