
alazharheritage.com – Ini Bukan Makam Eksklusif. Sebuah Kalimat yang Sering Disalahpahami
Tidak sedikit orang yang ketika mendengar tentang Al Azhar Memorial Garden langsung berkata:
“Ah, itu makam eksklusif… bukan untuk orang biasa.”
Padahal itu pikiran yang keliru.
Karena Al Azhar Memorial Garden bukan dibangun untuk “kaum elite”,
bukan untuk pamer kemewahan,
bukan pula tempat yang memisahkan kaya dari miskin.
Justru sebaliknya:
AMG hadir agar setiap muslim—dengan kemampuan apa pun—bisa dimakamkan dengan adab, kehormatan, dan ketenangan yang sesuai syariat.
Ini bukan proyek eksklusivitas.
Ini proyek memuliakan jenazah.
🕌 1. Islam Tidak Mengajarkan Kemewahan Kubur, Tapi Mengajarkan Kehormatan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Memecahkan tulang orang yang sudah meninggal
sama seperti memecahkan tulang orang yang masih hidup.”
(HR. Abu Dawud)
Hadis ini menunjukkan:
Islam tidak meminta makam mewah,
tetapi menuntut kehormatan jenazah.
Kehormatan itu ada dalam:
- tidak tumpang-tindih,
- tidak dilangkahi,
- tidak diduduki,
- tidak dicampur dengan non-muslim,
- dimakamkan di area yang bersih,
- dan lingkungan yang mendukung ziarah yang khusyuk.
Inilah nilai yang dihadirkan Al Azhar—
bukan “kemewahan bangunan”,
tetapi kemuliaan adab.
🕌 2. “Eksklusif” Itu Label dari Luar. Yang Ada Justru Amanah & Syariah.
Mari kita jujur sejenak…
Yang membuat makam terlihat “istimewa”
bukan karena mewah,
tetapi karena:
- rumputnya rapi,
- tidak ada kubur tumpang,
- setiap nama terjaga,
- keluarganya bisa berziarah tanpa menginjak yang lain,
- suasananya tenang dan bersih,
- adabnya dijaga penuh hormat.
Hal-hal seperti ini tampak mewah,
padahal sesungguhnya itu adalah standard minimal adab pemakaman dalam Islam.
Bahkan ulama menyebut:
“Menghinakan jenazah adalah dosa.
Memuliakannya adalah kewajiban.”
(Ibn Qudamah, Al-Mughni)
Jadi yang terkesan “eksklusif” bagi sebagian orang,
sesungguhnya adalah syariah yang diterapkan dengan serius.
🕌 3. Kenapa Banyak Orang Salah Paham? Karena Mereka Membandingkan dengan TPU
Di banyak TPU kota besar, kita melihat:
- kubur saling berhimpit,
- makam dilangkahi,
- area dekat TPS,
- tanah tergenang setelah hujan,
- jalurnya sempit dan tidak layak,
- tumpang setelah 3–5 tahun,
- keluarga sulit ziarah dengan wibawa.
Ketika sesuatu yang seharusnya “basis minimal adab”
sudah tampak langka,
maka apa pun yang teratur dianggap “eksklusif”.
Padahal…
sebenarnya TPU itulah yang sudah jauh dari standar adab syariah.
🌿 4. Al Azhar Memorial Garden Hadir Bukan Untuk Eksklusifitas, Tetapi Untuk Mengembalikan Adab
Beberapa prinsip AMG:
✔ 100% Muslim
Tidak bercampur agama.
✔ Tidak tumpang
Satu nama, satu kehormatan, selamanya.
✔ Walkway rapi
Tidak ada peziarah yang terpaksa melangkahi makam.
✔ Perawatan selamanya
Rumput, taman, dan kebersihan dijaga tanpa pungutan tambahan.
✔ Suasana tenang
Karena ziarah butuh ketundukan, bukan kegaduhan.
✔ Menghadap kiblat
Standar syariah ditegakkan tanpa kompromi.
Ini bukan “fasilitas premium”.
Ini adab dasar yang seharusnya setiap muslim dapatkan.
🌿 5. Lagi Pula, Pemakaman Bukan Tentang Status.
Pemakaman adalah Bahasa Cinta Terakhir.**
Ketika seseorang wafat,
yang ia tinggalkan bukan rumah mewah,
bukan kendaraan,
bukan aset investasi.
Yang ia tinggalkan hanya:
- namanya,
- amalnya,
- dan tempat yang menjadi rumah terakhirnya.
Di sinilah keluarga menunjukkan terima kasih dan cinta terakhir.
Bukan dengan kuburan mewah,
tetapi dengan tempat yang layak, manusiawi, dan bermartabat.
Al Azhar menyediakan itu.
Bukan agar terlihat “istimewa”,
namun agar amanah syariah dapat ditegakkan dengan tenang.
🕌 6. Sebenarnya… Banyak Keluarga Biasa, Orang Tua Sederhana, Guru Ngaji, dan Pekerja Keras Dimakamkan di Sini
Banyak orang akan terkejut mengetahui:
- guru SD sederhana,
- ustadz kampung,
- pegawai biasa,
- ibu rumah tangga,
- pedagang pasar,
juga memilih Al Azhar Memorial Garden.
Mengapa?
Karena mereka tidak mencari eksklusifitas.
Mereka mencari kepastian adab,
ketenangan keluarga,
dan tempat ziarah yang menenangkan hati.
🌸 Penutup – Ini Bukan Makam Eksklusif. Ini Makam yang Menghormati Kehormatan Muslim.

Jika yang dicari adalah kemewahan—
itu bukan di sini tempatnya.
Jika yang dicari adalah status—
itu tidak ada nilainya di akhirat.
Namun jika yang dicari adalah:
- adab syariah,
- ketenangan keluarga,
- kehormatan setelah wafat,
- dan tempat ziarah yang menyejukkan,
maka Al Azhar Memorial Garden
bukanlah “makam eksklusif”,
melainkan makam yang sesuai amanah syariat dan cinta keluarga.
Karena kemuliaan bukan terletak pada harga,
tetapi pada adab yang ditegakkan dan hati yang ditenangkan.
🌿 Semoga Allah memuliakan akhir hidup kita
sebagaimana Dia memuliakan permulaannya.
Baca Artikel Lainnya :
Mengapa Banyak Orang Tidak Percaya Diri Membahas Pemakaman? Penjelasan Syariah, Nalar, dan Nurani
“Toh Pasti Dapat Makam…” – Sebuah Renungan untuk yang Masih Merasa Tidak Perlu Merencanakan Makam
Adab Pemakaman Syariah & Realitas Makam Kota Besar: Mengapa Perencanaan Itu Penting Sejak Dini
