Memulai Profesi Sebagai Memorial Partner

Memulai Profesi Sebagai Memorial Partner: Dari Niat yang Benar, Berlanjut ke Aksi yang Terukur

Profesi Sebagai Memorial Partner

Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak memulai. Sementara sebagian lain sudah mulai, tapi caranya masih biasa-biasa saja. Padahal profesi ini membutuhkan cara kerja yang elegan, terhormat, dan penuh nilai.

Berikut ini panduan praktis bagi agen baru: apa yang harus dilakukan di 30–90 hari pertama ketika memulai profesi sebagai Memorial Partner.


1. Mulai dengan sharing personal one-on-one

Profesi Sebagai Memorial Partner

Jangan dulu memikirkan panggung besar. Yang paling kuat adalah:

  • ngobrol santai
  • kopi darat
  • silaturahmi ke rumah
  • bertemu setelah kajian
  • bertemu setelah shalat berjamaah

Topiknya bukan langsung jualan, tetapi:

  • edukasi persiapan akhirat
  • urgensi perencanaan makam
  • fakta lapangan saat kedukaan
  • manfaat memiliki lahan makam sejak dini

Biarkan mereka merasa:

“Ini bukan dagang makam — ini dakwah, ini solusi.”

Di akhir sharing, tawarkan:

  • konsultasi
  • survei lokasi
  • atau simpan nomor untuk follow-up

Kekuatan profesi ini tumbuh dari percakapan bermakna, bukan spam.


2. Lakukan foto aktivitas setiap kali bertemu orang

Profesi Sebagai Memorial Partner

Setiap pertemuan adalah materi konten.

Biasakan:

  • foto bersama setelah sharing
  • foto saat presentasi kecil
  • foto saat survey
  • foto saat tanda tangan akad
  • foto saat kunjungan lokasi

Ini bukan pamer.

Ini:

  • membangun kepercayaan
  • menunjukkan keseriusan profesi
  • menginspirasi agen lain
  • jadi jejak profesional Anda

Karena di profesi ini berlaku kaidah:

“Yang terlihat dipercaya. Yang tidak terlihat terlupakan.”


3. Bangun akses ke pengurus masjid (DMI, DKM, takmir)

Profesi Sebagai Memorial Partner

Masjid adalah pusat peradaban umat.

Langkah awal:

  • temui ketua DKM
  • jelaskan tujuan edukasi, bukan jualan
  • tawarkan materi: fiqih jenazah & perencanaan makam syar’i
  • ajukan jadwal:
    • kajian Ahad pagi bapak-bapak
    • kajian ibu-ibu hari kerja
    • kajian remaja tentang hidup & kematian

Kamu tidak menjual produk.

Kamu membawa:

  • edukasi
  • solusi sosial
  • penguat fitrah mengingat mati

Dari kajian, akan muncul:

  • jamaah bertanya
  • yang ingin konsultasi pribadi
  • yang langsung memutuskan membeli

4. Masuk ke komunitas-komunitas eksklusif & profesional

Profesi Sebagai Memorial Partner

Contoh:

  • komunitas pengusaha muslim
  • alumni pesantren
  • majelis taklim eksekutif
  • klub haji & alumni umrah
  • komunitas dokter
  • komunitas guru & dosen
  • komunitas financial planner
  • komunitas orang tua sekolah Islam

Cara masuk:

  • minta izin pengurus
  • datang sebagai narasumber
  • atau sebagai peserta dulu, bangun pertemanan

Ingat:

Orang-orang berkualitas mengambil keputusan lebih cepat ketika mendapat edukasi yang benar.


5. Presentasi di perkantoran & lembaga

Profesi Sebagai Memorial Partner

Ini bisa menjadi lompatan besar.

Target:

  • kementerian & instansi negara
  • BUMN
  • kampus & sekolah Islam
  • yayasan & pesantren
  • perusahaan swasta
  • lembaga zakat/wakaf

Buat proposal berisi:

  • edukasi pengurusan jenazah
  • manajemen risiko keluarga saat kedukaan
  • solusi perencanaan pemakaman muslim

Mulai dari:

  • satu ruangan kecil
  • 10–20 orang karyawan
  • lalu berkembang

Jangan remehkan pintu yang terlihat kecil — darinya bisa lahir rezeki besar.


6. Jalin kerja sama strategis (partnership)

Profesi Sebagai Memorial Partner

Beberapa mitra potensial:

  • biro perjalanan umrah & haji
  • rumah sakit Islam
  • lembaga keuangan syariah
  • asuransi syariah
  • lembaga sosial & kemanusiaan
  • yayasan takziyah

Model kerja sama:

  • referral
  • program edukasi
  • paket amal jariyah
  • program karyawan

Kamu membangun ekosistem dakwah & layanan akhir hayat muslim.


7. Aktif di media sosial – tapi dengan edukasi yang bermartabat

Profesi Sebagai Memorial Partner

Hindari gaya:

  • jualan murahan
  • menakut-nakuti berlebihan
  • hard selling tanpa empati

Bangun konten:

  • renungan kematian
  • adab & fiqih jenazah
  • pengalaman keluarga yang terbantu
  • manfaat merencanakan makam

Gunakan:

  • WhatsApp status
  • Facebook
  • Instagram
  • TikTok
  • telegram & channel komunitas

Kuncinya: kontinuitas, bukan viral sesaat.


8. Fokus pada rekrut orang baik & berpengaruh

Profesi Sebagai Memorial Partner

Selain selling, agen harus:

  • mengajak ustaz
  • mengajak pemilik komunitas
  • mengajak public figure lokal
  • mengajak mantan leader network marketing
  • mengajak financial planner syariah

Kenapa?

Karena profesi ini:

  • penuh makna
  • bisa menjadi ladang amal jariyah
  • menguatkan jaringan dakwah
  • memberikan income halal & berkelanjutan

Recruiting bukan hanya memperbanyak downline.

Recruiting berarti:

memperbanyak pembawa kebaikan.


Kematian bukan soal “jika”, tapi “kapan”.

  • membantu keluarga muslim saat mereka paling rapuh
  • mencegah perselisihan saat kedukaan
  • menuntun pada pilihan pemakaman yang syar’i dan layak

Maka, jangan tunda.

Bukan saatnya hanya memahami mindset.

Sekarang saatnya:

  • bergerak
  • bersilaturahmi
  • berbicara
  • mengedukasi
  • merekrut
  • melayani

Semoga langkah kita menjadi amal jariyah yang mengikuti hingga alam kubur.

Profesi Sebagai Memorial Partner

Baca Artikel Lainnya :

Dari Agen Biasa Menjadi Pemimpin Perubahan: Saatnya Kita Punya Mimpi Besar di Al-Azhar Memorial Garden

5 Alasan Mengapa Agen Al-Azhar Memorial Garden Merupakan Peluang Finansial Besar dan Penuh Makna

Anda Bukan Sales. Anda Adalah Brand Ambassador Syariah yang Sedang Menunaikan Tugas Besar untuk Umat

Peluang Bisnis Bersama Al Azhar Memorial Garden – Bisnis Jariyah Bernilai Tak Terhingga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *