
alazharheritage.com – Apapun Profesi dan Posisi Kita, Pada Akhirnya Semua Membutuhkan Tempat Peristirahatan Terakhir
Seorang penguasa bisa mengatur negara, tetapi ia tidak bisa mengatur kapan kematiannya datang.
Seorang ustadz dapat memberi tausiyah di mimbar, tetapi ia tidak mengetahui detik ajalnya.
Seorang pebisinis bisa mengumpulkan harta, tetapi ia tak bisa membeli satu detik pun lebih panjang dari takdirnya.
Seorang profesional bisa membangun karier, tetapi ia tak bisa menunda kematian sejauh apapun ia berlari.
Semua itu memiliki satu kesamaan: ujungnya kita semua membutuhkan tempat peristirahatan terakhir — tempat kita dimakamkan.
Namun lucunya, kita sering lupa memikirkan hal yang paling pasti ini.
Jakarta Semakin Dekat dengan Krisis Makam — 3 Tahun Lagi Bisa Habis

Fakta ini bukan kabar angin.
Menurut data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta — yang dirilis oleh media nasional — dari 80 Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta, 69 sudah penuh dan hanya mampu melayani pemakaman dengan sistem makam tumpang.
Artinya, dalam beberapa 3 tahun ke depan, sebagian besar TPU Jakarta diprediksi tidak lagi memiliki lahan makam baru yang memadai.
Bayangkan:
- keluarga datang ziarah
- menemukan makam lama sulit karena tertutup makam tumpang
- data makam hilang karena tidak diperpanjang izin pemakaiannya
- makam dianggap terlantar dan akhirnya digunakan kembali
Ini bukan situasi hipotetis — ini adalah realita yang sudah terjadi di banyak kota besar.
Ketika Keluarga Panik, Semua Rencana Terganti Kekacauan
Selama hidup, banyak orang sibuk merencanakan:
✔ karier
✔ pendidikan anak
✔ rumah mewah
✔ kendaraan
✔ liburan
Namun ketika seseorang wafat tanpa persiapan makam, yang terjadi adalah: keluarga panik, bingung mencari lahan makam, berulang-ulang telepon ke TPU, antrean panjang, biaya mendadak, ketidakjelasan data makam, lokasi makam yang tidak bisa ditemukan.
Keluarga bukan hanya berduka karena kehilangan orang tersayang — mereka juga terbebani karena tidak punya rencana terakhir yang jelas.
Ironisnya, sebagian dari mereka adalah: pejabat, tokoh masyarakat, ustadz, pengusaha sukses.
Tetapi ketika berbicara tentang kematian sendiri, mereka memilih diam — seolah kematian itu milik orang lain.
Rasulullah ﷺ Mengajarkan Kita Untuk Mempersiapkan Kematian
Islam tidak mengajarkan kita menghindari pembicaraan tentang kematian. Justru sebaliknya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan: kematian.”
(HR. Tirmidzi – hasan)
Mengapa perintah ini penting?
Karena mengingat kematian:
- melembutkan hati
- mengurangi kesombongan dunia
- membuat manusia sadar bahwa semuanya bersifat fana
- memotivasi kita memperbaiki amal
- membuat kita berpikir tentang akhir kehidupan termasuk tempat peristirahatan terakhir
Dan bukan hanya sekedar kuburan. Islam memberikan arah tentang cara penguburan, arah kiblat, tata letak yang teratur, dan penghormatan jenazah.
Kenapa Pembicaraan Tentang Kematian Selalu Diabaikan?

Beberapa alasan yang sering muncul:
“Saya masih muda.”
“Masih banyak waktu.”
“Aku sibuk.”
“Nanti saja.”
“Orang tua dulu yang harus dipikirkan.”
Semua alasan itu tampak logis — sampai hari kematian itu datang.
Ketika tiba waktu, semua hal di atas menjadi: tidak relevan, tidak sempat dibahas, tidak sempat dipersiapkan.
Keluarga pun ditinggalkan dengan satu pertanyaan besar:
“Di mana kita harus memakamkan beliau… sekarang?”
Solusi Bijak: Perencanaan Makam Sejak Dini
Perencanaan makam bukan sekadar membeli sebidang tanah. Ia mencakup:
✔ memilih lokasi yang sesuai syariat
✔ memastikan makam terurus
✔ memastikan data tersimpan sistematis
✔ memikirkan akses ziarah keluarga
✔ memastikan perawatan jangka panjang
Ini bukan tentang takut mati. Ini tentang mempersiapkan yang pasti dengan cara yang bijak, terencana, dan sesuai syariat Islam.
Al Azhar Memorial Garden: Solusi Pemakaman Muslim yang Tenang dan Terhormat

Di tengah krisis lahan makam dan kebingungan administrasi TPU, Al Azhar Memorial Garden hadir sebagai solusi bagi keluarga muslim yang ingin:
- pemakaman khusus muslim, tidak bercampur
- terawat dan rapi seperti taman
- posisi makam terdata dengan jelas
- sistem administrasi yang kuat
- perawatan jangka panjang
- suasana ziarah yang tenang dan damai
- pengaturan sesuai syariat
Di sini, keluarga tidak perlu khawatir tentang:
- data makam hilang
- makam tidak terurus
- lokasi makam tumpang
- ketidakjelasan izin pemakaman
- lapor 3 tahun yang bikin khawatir
Karena semuanya sudah dipikirkan dan direncanakan secara profesional.
Penutup: Siapkan Sekarang, Agar Keluarga Tak Perlu Panik Nanti
Menunda pembicaraan tentang kematian bukan membuat hidup lebih panjang.
Justru bisa membuat keluarga yang Anda cintai terbeban ketika hari itu tiba.
Seorang penguasa boleh mengatur negeri, tetapi tidak bisa menunda ajalnya.
Seorang ustadz boleh mengajar lautan ilmu, tetapi tak tahu kapan ia akan wafat.
Seorang pejabat bisa memegang tumpukan dokumen, tetapi tidak bisa memegang detik kematiannya.
Ayat dan hadits mengingatkan kita:
- Hidup ini adalah amanah.
- Kematian adalah kepastian.
- Persiapan bukan mengundang mati — tetapi menyambut takdir dengan bijak.
Dan salah satu bentuk persiapan itu adalah mempersiapkan tempat peristirahatan terakhir sejak dini.
Jangan biarkan kesempatan berpulang Anda — atau kesempatan keluarga ziarah dengan tenang — hilang begitu saja.

Siapkan hari ini.
Supaya anak cucu melihat makam Anda bukan sebagai tempat yang hilang, tetapi sebagai tempat yang terawat, tenang, dan penuh doa.
Al Azhar Memorial Garden — pilihan bijak untuk yang ingin pulang dengan tenang dan terhormat.
Baca Artikel Lainnya :
Harga Makam Al Azhar Memorial Garden Terbaru 2026 — Khusus Muslim, Modern & Bisa Dicicil
Pemakaman Muslim Syar’i di Jabodetabek — Lingkungan Tenang, Terawat & Sesuai Syariat
Kavling Makam Keluarga Muslim — Tetap Bersama dalam Satu Area yang Tenang & Terhormat
Pemakaman Modern Muslim di Jabodetabek — Akses Mudah dari Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang & Bogor

