Dari Puncak Kenyamanan ke Panggilan Peradaban. Mengapa Saya Memilih Al-Azhar Memorial Garden

Oleh:
Zulhamdi M. Saad, Lc
Leader Allianz Life Syariah Indonesia

Dari Puncak Kenyamanan

Ada satu pertanyaan yang sering orang tanyakan kepada saya:

“Pak Zul, Anda sudah punya tim di bisnis asuransi. Top Syariah. Sudah punya jaringan. Sudah punya income miliaran. Untuk apa Anda masuk ke bisnis makam?”

Dan jujur, itu juga pertanyaan yang saya ajukan kepada diri saya sendiri selama berbulan-bulan.

Saya bukan orang yang masuk ke sebuah bisnis karena euforia.
Saya bukan orang yang pindah dari satu kapal besar ke kapal lain hanya karena iming-iming angka.

Saya sudah berada di puncak:

  • Jaringan nasional
  • Sistem mapan
  • Leadership terbentuk
  • Income miliaran per tahun
  • Bisnis yang dihormati secara sosial

Untuk apa saya pindah?


6 Bulan dalam Perlawanan Batin

Dari Puncak Kenyamanan

Ketika pertama kali diperkenalkan dengan bisnis Al-Azhar Memorial Garden, jujur saja, yang saya lihat hanya satu:

“Ini hanya kuburan.”

Tidak lebih.

Dan bagi seorang leader asuransi, leader finansial, leader jaringan,
kuburan bukanlah sesuatu yang secara intuitif tampak “seksi”.

Selama hampir enam bulan, saya tidak bergerak.
Bukan karena ragu, tapi karena saya ingin melihat kebenaran di baliknya.

Saya melihat:

  • Sistem bisnisnya
  • Value produknya
  • Kebutuhan marketnya
  • Potensi pertumbuhannya
  • Nilai syariahnya
  • Dimensi akhiratnya

Dan semakin saya melihat…
semakin saya sadar:

Saya bukan sedang ditawari bisnis.
Saya sedang dipanggil masuk ke sebuah peradaban.


Titik Balik: Ketika Angka Bertemu Akhirat

Sebagai leader profesional, saya harus bicara dengan jujur tentang angka.

Saya melihat proyeksi:

  • Sistem bisnis sejalan dengan nilai syariah
  • Royalti berlapis dan legacy income
  • Pertumbuhan jaringan yang eksponensial

Di atas kertas, angka 60 miliar rupiah setahun dari sistem royalti itu bukan mimpi.
Itu logika sistem.

Tapi yang membuat saya berdiri bukan angka itu.

Yang membuat saya berdiri adalah satu kesadaran sederhana:

“Semua orang butuh produk ini. Tanpa kecuali.”

Apapun profesinya.
Apapun jabatannya.
Apapun bisnisnya.
Apapun kekayaannya.

Semua manusia akan mati.
Dan semua manusia membutuhkan tempat untuk dikuburkan.

Ini bukan market yang harus diciptakan.
Ini market yang sudah diciptakan oleh Allah.


Jakarta Akan Kehabisan Makam

Dari Puncak Kenyamanan

Ini bukan opini.
Ini fakta demografis dan tata kota.

Dalam 2–3 tahun ke depan:

  • Lahan TPU penuh
  • Konflik pemakaman meningkat
  • Relokasi akan menjadi tren
  • Keluarga akan berebut tempat untuk orang tuanya

Di saat orang lain masih menjual:

  • Asuransi
  • Properti
  • Saham
  • Produk keuangan

Kita sedang memegang:

Aset terakhir dalam hidup manusia.

Dan itu menjadikan AMG bukan sekadar bisnis.
Tapi aset peradaban.


Blue Ocean yang Tidak Bisa Diciptakan Ulang

Ini bukan red ocean.
Ini blue ocean absolut.

Tidak ada:

  • Kompetisi harga
  • Perang diskon
  • Produk substitusi

Karena tidak ada alternatif bagi kematian.

Dan yang lebih dahsyat:

Orang bisa membeli untuk dirinya,
dan bisa membeli untuk orang yang sudah wafat.

Relokasi makam.
Pemindahan orang tua.
Pemindahan keluarga.

Ini market yang akan meledak.


Dari “Kuburan” ke “Amal Jariyah”

Dari Puncak Kenyamanan

Inilah perubahan terbesar dalam diri saya.

Dulu saya melihatnya sebagai:

Tempat orang dikuburkan.

Sekarang saya melihatnya sebagai:

Tempat pahala terus mengalir.

Setiap:

  • Keluarga yang tenang
  • Ziarah yang khusyuk
  • Makam yang terawat
  • Doa yang dipanjatkan

Mengalir ke:

  • Orang yang dimakamkan
  • Keluarganya
  • Dan orang yang menjadi sebab hadirnya tempat itu

Termasuk: kita.

Ini bukan penjualan.
Ini adalah jihad pelayanan.


Di sini kita tidak membangun sales force.
Kita membangun pasukan amal.

Beberapa di antaranya:

  • Menjual dengan niat memuliakan manusia
  • Melayani dengan kesadaran akhirat
  • Menguatkan keluarga dari konflik pasca kematian
  • Menjaga kehormatan jenazah
  • Membangun pahala jariyah
  • Menjadi sebab husnul khatimah orang lain

Ini bukan jargon.
Ini kerangka amal.


Mengapa Saya Akhirnya Berdiri

Saya berdiri bukan karena takut tertinggal.
Saya berdiri karena saya sadar:

Jika saya tidak masuk sekarang,
orang lain akan menguasai market yang seharusnya menjadi ladang pahala saya.

Dan saya tidak mau, ketika 10 tahun lagi melihat ribuan makam,
lalu berkata:

“Itu seharusnya bisa menjadi amal jariyah saya…
tapi saya terlalu nyaman untuk bergerak.”


Ini Ajakan kepada Para Leader Besar

Jika Anda:

  • Leader asuransi
  • Leader MLM
  • Leader finansial
  • Leader komunitas

Dan Anda sudah punya income…

Justru karena itulah Anda dipanggil ke sini.

Bukan untuk mencari uang.
Tapi untuk menanamkan makna.

Karena bisnis ini tidak hanya mencatat:

berapa yang Anda hasilkan,
tetapi siapa saja yang Anda selamatkan.

Seruan Terakhir kepada Para Leader Zaman Ini

Wahai para pemilik jaringan.
Wahai para pembangun organisasi.
Wahai para penggerak manusia.

Suatu hari, semua database Anda akan berhenti.
Semua omset akan tutup buku.
Semua leaderboard akan kosong.

Tapi satu hal tidak pernah berhenti:

Kubur-kubur itu tetap ada.
Dan orang-orang yang kita bantu dimakamkan dengan mulia
akan terus mendoakan kita — atau tidak mengenal kita sama sekali.

Pertanyaannya bukan lagi:

“Berapa yang akan saya hasilkan?”

Tapi:

“Nama saya akan tertulis di bagian mana dari sejarah akhirat?”


Jika Anda Merasa Aman Hari Ini, Justru Anda yang Paling Dipanggil

Orang yang lapar akan bekerja demi uang.
Orang yang mapan bekerja demi makna.

Dan AMG bukan dibangun untuk orang yang terdesak.
Ia dibangun untuk orang yang siap meninggalkan kenyamanan demi panggilan.

Karena bisnis ini tidak memilih orang kecil.
Ia memilih pemimpin yang berani menukar zona nyaman dengan zona abadi.


Anda Tidak Sedang Bergabung ke Perusahaan

Anda sedang memutuskan:

Apakah Anda ingin menjadi
penjual produk…
atau arsitek peradaban terakhir manusia.

Karena setiap makam yang Anda bantu hadirkan:

  • Menenangkan satu keluarga
  • Menjaga satu kehormatan
  • Mengalirkan ribuan doa
  • Menyambung pahala yang tidak Anda lihat

Dan ketika Anda wafat,
di tanah yang sama,
akan ada orang-orang yang berkata:

“Dia yang dulu membuka jalan ini.”


Inilah Waktu yang Tidak Akan Datang Dua Kali

Tiga tahun lagi:

  • Lahan akan penuh
  • Harga akan melambung
  • Market akan dikuasai

Hari ini:

  • Pintu masih terbuka
  • Struktur masih bisa dibangun
  • Sejarah masih bisa ditulis

Dan sejarah selalu ditulis oleh mereka yang datang lebih awal,
bukan oleh mereka yang datang paling yakin.


Jika Hati Anda Tersentuh…

Itu bukan karena kata-kata.
Itu karena fitrah Anda mengenali panggilan ini.

Dan jika dada Anda terasa sesak ketika membaca ini,
itu bukan emosi.

Itu ruh Anda yang berkata:

“Ini jalan yang seharusnya aku ambil.”

5 Alasan Mengapa Agen Al-Azhar Memorial Garden

Ingin Tahu Alasan Lainnya ? Baca Artikel di bawah ini:

20 Spirit Pejuang Al-Azhar Memorial Garden. Dari Jaringan Dunia ke Jalan Akhirat

8 Alasan Al-Azhar Memorial Garden Menjadi Tren dan Momentum Emas Bisnis Jaringan 2026–2028

Dari Agen Biasa Menjadi Pemimpin Perubahan: Saatnya Kita Punya Mimpi Besar di Al-Azhar Memorial Garden

Untuk Anda Pejuang Kebaikan : Para Edukator Syariah, Agen Asuransi Syariah, Financial Planner Syariah

Anda Bukan Sales. Anda Adalah Brand Ambassador Syariah yang Sedang Menunaikan Tugas Besar untuk Umat

5 Alasan Mengapa Agen Al-Azhar Memorial Garden Merupakan Peluang Finansial Besar dan Penuh Makna

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *