Mengapa Banyak Orang Hebat Gagal Membangun Tim? Ternyata Bukan Karena Tidak Punya Relasi

Mengapa Banyak Orang Hebat Gagal Membangun Tim? Ternyata Bukan Karena Tidak Punya Relasi

Oleh: Zulhamdi M. Sa’ad, Lc
Syariah Family Legacy Advisor | Konsultan Al Azhar Memorial Garden | Memorial Director AMG PRO

Selama mendampingi ratusan Memorial Partner di Al Azhar Memorial Garden, saya menemukan satu kenyataan yang cukup menarik.

Orang yang paling cepat membangun tim ternyata bukan selalu orang yang paling terkenal.

Bukan pula yang paling kaya.

Bukan yang paling pintar berbicara.

Bahkan bukan yang memiliki relasi paling banyak.

Awalnya saya juga mengira semakin luas jaringan seseorang, semakin mudah ia membangun organisasi. Namun pengalaman di lapangan mengajarkan hal yang berbeda.

Saya pernah bertemu orang yang memiliki ribuan kontak, sering menjadi pembicara seminar, dikenal banyak kalangan, bahkan memiliki akses kepada pengusaha dan pejabat. Ketika bergabung dalam sebuah bisnis, semua orang mengira ia akan langsung memiliki tim besar.

Ternyata tidak.

Di sisi lain, saya juga melihat seseorang yang awalnya hampir tidak dikenal, tidak memiliki jabatan, tidak memiliki nama besar, tetapi mampu membangun komunitas yang solid dalam waktu yang relatif singkat.

Apa yang membedakan keduanya?

Relasi Bisa Membuka Pintu, Tetapi Tidak Membuat Orang Bertahan

Mengapa Banyak Orang Hebat Gagal Membangun Tim? Ternyata Bukan Karena Tidak Punya Relasi

Relasi memang penting.

Relasi membuat orang mau mendengar.

Relasi memudahkan kita mendapatkan kesempatan bertemu.

Namun setelah pertemuan pertama selesai, ada pertanyaan yang jauh lebih penting.

Mengapa seseorang harus tetap bertumbuh bersama kita?

Di sinilah banyak orang berhenti.

Mereka sibuk mencari kenalan baru, tetapi lupa merawat orang-orang yang sudah Allah kirimkan.

Padahal komunitas tidak dibangun dari banyaknya kartu nama.

Komunitas dibangun dari banyaknya hati yang merasa diperhatikan.

Orang Tidak Bertahan Karena Produk

Mengapa Banyak Orang Hebat Gagal Membangun Tim? Ternyata Bukan Karena Tidak Punya Relasi

Ini pelajaran yang sangat saya rasakan selama membangun tim di Al Azhar Memorial Garden.

Banyak orang bergabung karena tertarik dengan produknya.

Namun mereka bertahan bukan semata-mata karena produk.

Mereka bertahan karena merasa memiliki tempat belajar.

Mereka bertahan karena merasa didampingi.

Mereka bertahan karena merasa dihargai.

Mereka bertahan karena bertumbuh.

Inilah mengapa kami membangun budaya yang tidak hanya berbicara tentang closing, tetapi juga tentang pembinaan.

Ada Focus Group Discussion (FGD), Welcome Training, Site Training, mentoring, evaluasi, hingga pendampingan mencapai level Bronze dan seterusnya.

Semua proses itu bertujuan membentuk manusia, bukan sekadar mengejar angka penjualan.

Seorang Leader Tidak Mengumpulkan Pengikut

Mengapa Banyak Orang Hebat Gagal Membangun Tim? Ternyata Bukan Karena Tidak Punya Relasi

Ada satu kesalahan yang sering terjadi.

Banyak orang ingin memiliki banyak follower.

Padahal seorang leader sejati bukan mengumpulkan pengikut.

Ia melahirkan pemimpin-pemimpin baru.

Bagi saya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukanlah jumlah orang yang selalu bergantung kepadanya.

Tetapi jumlah orang yang suatu hari mampu berdiri sendiri, memimpin komunitasnya sendiri, dan melahirkan pemimpin berikutnya.

Itulah yang sedang kami bangun di Al Azhar Memorial Garden.

Mengapa Saya Yakin Dengan Sistem Al Azhar Memorial Garden

Mengapa Banyak Orang Hebat Gagal Membangun Tim? Ternyata Bukan Karena Tidak Punya Relasi

Saya tidak mengatakan bahwa membangun tim itu mudah.

Tetapi saya percaya sistem yang benar akan mempercepat prosesnya.

Di Al Azhar Memorial Garden, setiap Memorial Partner memiliki kesempatan belajar melalui sistem yang sudah berjalan.

Ada jalur pembinaan.

Ada target yang jelas.

Ada budaya belajar.

Ada budaya saling membantu.

Ada jenjang kepemimpinan yang membuat setiap orang memiliki ruang untuk berkembang.

Bagi saya, sistem seperti inilah yang membuat komunitas dapat tumbuh secara sehat.

Pelajaran Terbesar Yang Saya Dapatkan

Mengapa Banyak Orang Hebat Gagal Membangun Tim? Ternyata Bukan Karena Tidak Punya Relasi

Perjalanan ini juga mengubah cara saya memandang keberhasilan.

Dulu saya berpikir keberhasilan adalah ketika nama kita semakin dikenal.

Hari ini saya justru percaya bahwa keberhasilan adalah ketika semakin banyak orang lain yang berhasil karena pernah berjalan bersama kita.

Itulah sebabnya saya selalu berusaha mendampingi setiap Memorial Partner yang ingin belajar.

Karena saya percaya, jika mereka bertumbuh, maka komunitas juga akan bertumbuh.

Dan ketika komunitas bertumbuh, manfaatnya akan dirasakan oleh semakin banyak keluarga muslim yang mendapatkan edukasi tentang pentingnya mempersiapkan kehidupan hingga akhir hayat dengan lebih baik dan sesuai syariat.

Sebuah Ajakan

Kalau hari ini Anda adalah seorang motivator, trainer, leader asuransi, pengusaha, profesional, ataupun siapa pun yang sedang mencari tempat bertumbuh, izinkan saya menyampaikan satu hal.

Jangan hanya bertanya, “Berapa besar komisinya?”

Tetapi tanyakan juga,

“Apakah di sini saya bisa membangun komunitas?”

Karena uang bisa habis.

Jabatan bisa berganti.

Popularitas bisa naik turun.

Namun komunitas yang dibangun dengan nilai, ketulusan, dan tujuan yang benar akan menjadi warisan yang terus hidup.

Saya percaya, itulah salah satu nilai terbesar yang sedang kami bangun bersama di Al Azhar Memorial Garden.


Tentang Penulis

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *