
alazharheritage.com – Apakah Menyiapkan Makam Lebih Awal Mengundang Kematian Lebih Cepat? Banyak orang masih memiliki kekhawatiran:
“Kalau saya beli atau siapkan makam, nanti seperti mengundang kematian lebih cepat.”
Padahal, anggapan ini adalah mitos lama yang tidak memiliki dasar agama, ilmu, atau logika.
Justru sebaliknya — menyiapkan makam lebih awal adalah tindakan bijak, syar’i, dan bermanfaat besar bagi keluarga.
Mari kita bahas dari tiga sisi:
syariah, logika kehidupan, dan realitas keluarga modern.
1. Dari Sisi Syariah: Kematian Sudah Ditentukan, Persiapan Tidak Mengubah Takdir
Dalam Islam, kematian adalah ketetapan Allah sejak seseorang ditiupkan ruhnya.
Allah berfirman:
“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)
Tak ada satu pun amal atau tindakan manusia—termasuk membeli makam—yang bisa mempercepat atau menunda takdir.
Rasulullah ﷺ sendiri menganjurkan persiapan sebelum wafat, seperti:
- menulis wasiat,
- melunasi hutang,
- menyiapkan shalat terakhir,
- mengingat kematian sebagai bentuk tazkiyatun nafs.
Jika persiapan itu dianggap mengundang kematian, tentu Rasulullah tidak akan menganjurkannya.
Kesimpulannya:
Menyiapkan makam tidak mengundang kematian;
yang mengubah takdir hanyalah Allah, bukan tindakan manusia.
2. Dari Sisi Logika: Menunda Persiapan Justru Mengundang Masalah
Coba pikirkan:
- Orang yang menyiapkan dana pendidikan bukan berarti ingin anaknya cepat sekolah.
- Orang yang membeli asuransi bukan berarti ingin cepat sakit.
- Orang yang menabung untuk pensiun bukan berarti ingin cepat tua.
Persiapan dibuat untuk menghindari masalah, bukan memanggil musibah.
Begitu pula persiapan makam.
Jika seseorang wafat dan belum ada persiapan:
- keluarga bingung mencari lahan,
- biaya melonjak tiba-tiba,
- muncul potensi sengketa,
- waktu terbatas untuk mengambil keputusan.
Sementara jika sudah dipersiapkan:
- keluarga tenang,
- proses cepat dan terhormat,
- tidak ada beban finansial mendadak,
- tidak ada drama atau tekanan batin.
Justru menyiapkan makam lebih awal adalah bentuk cinta kepada keluarga.
3. Dari Sisi Realitas: Kematian Tidak Menunggu Kita Siap
Data menunjukkan bahwa banyak keluarga:
- kesulitan menemukan lahan pemakaman yang layak,
- panik dan berpencar saat musibah datang,
- harus menombok biaya besar yang tidak diperkirakan.
Itulah sebabnya masyarakat modern mulai memahami bahwa:
Merencanakan pemakaman bukan soal kematian, tetapi soal ketenangan.
Di tempat seperti Al Azhar Memorial Garden, pembelian lahan makam:
- bersifat life planning,
- dilakukan saat kondisi masih tenang,
- memberi kepastian hukum dan finansial,
- memudahkan 100% saat hari duka tiba.
Bahkan banyak keluarga besar membeli makam berdampingan agar tidak terpisah di masa depan.
4. Mengapa Orang yang Menyiapkan Makam Justru Lebih Tenang Hidupnya?

Karena mereka telah menyiapkan:
- kepastian tempat,
- kepastian biaya,
- kepastian proses,
- dan ketenangan untuk keluarga.
Ketenangan hidup membuat seseorang:
- lebih fokus ibadah,
- tidak cemas soal masa depan,
- lebih bijak memandang kematian sebagai bagian dari perjalanan.
Persiapan bukan tanda ketakutan, tetapi tanda kedewasaan.
5. Jadi, Apakah Menyiapkan Makam Mengundang Kematian Lebih Cepat?
Tidak. Sama sekali tidak.
Yang benar adalah:
- mempersiapkan makam → tidak memengaruhi umur
- menunda persiapan → mengundang masalah untuk keluarga
Tidak ada satu pun ayat, hadis, atau data ilmiah yang mendukung anggapan keliru tersebut.
🌟 Kesimpulan
Menyiapkan makam lebih awal bukanlah tanda pesimis atau mengundang kematian.
Ini adalah tindakan visioner yang memberikan:
- ketenangan,
- solusi,
- perlindungan keluarga,
- dan kemudahan pada hari paling berat dalam hidup.
Persiapan makam, terutama di tempat terpercaya seperti Al Azhar Memorial Garden, justru menjadi bentuk ikhtiar terbaik agar duka keluarga tidak berubah menjadi beban.
Baca Artikel Lainnya :
Masalah “Preman” di TPU Saat Ziarah dan Solusi Khusyuk di Makam Al Azhar Memorial Garden
Benarkah Agen Makam Al Azhar Berbahagia di Atas Kedukaan Orang Lain?
Harga Makam Al Azhar Memorial Garden Terbaru Desember 2025
Ketika Semua Rukun Islam Telah Ditunaikan, Ada Satu Hal yang Masih Perlu Disiapkan

