
alazharheritage.com – Perencanaan Makam Syariah. Ada satu kenyataan yang sering kita hindari, namun diam-diam selalu mendekat:
bahwa hidup ini pada akhirnya adalah perjalanan pulang.
Pulang dengan tubuh yang telah lelah, pulang dengan langkah yang sudah tak terdengar lagi,
pulang kepada Dia yang memberi kita kesempatan hidup.
Sebagian dari kita telah begitu rapi merencanakan kehidupan.
Anak-anak disekolahkan dengan baik, dana pendidikan disiapkan,
asuransi kesehatan lengkap,
tabungan haji dicicil,
pensiun dirancang,
investasi disusun.
Tetapi
ada satu ruang dalam hidup yang hampir tak pernah disentuh:
perencanaan makam.
Padahal, di situlah kita akan berhenti.
Di situlah nama kita akan ditulis terakhir kali.
Dan di situlah keluarga kita akan berdiri dengan air mata yang pelan-pelan jatuh.
Lalu mengapa justru bagian paling pasti ini tidak kita rencanakan?
Kita Hidup di Kota yang Sibuk, Tapi Kita Akan Pergi ke Tempat yang Sunyi
Jakarta adalah panggung besar.
Orang-orang bekerja dari pagi hingga malam, berlari, bergegas,
kadang lupa bahwa tubuhnya sendiri pun membutuhkan tempat untuk kembali.
Dan ternyata, kenyataan yang mungkin belum kita hadapi adalah ini:
- Dari 80 TPU di Jakarta, 69 sudah penuh.
- Mayoritas hanya bisa menerima pemakaman tumpang.
- Pemerintah mencatat, sisa makam hanya cukup untuk ±3 tahun ke depan.
Artinya, jika kita tidak merencanakan makam kita sendiri,
maka seseorang—di tengah duka, di tengah bingung—akan mencarikan tempat untuk kita.
Dan tempat itu, bisa saja bukan tempat yang kita inginkan.

Saya pernah melihat makam yang berdiri di pinggir tumpukan sampah,
hanya karena keluarganya tak menemukan tempat lain.
Ada juga makam yang berdempetan, dilangkahi, bahkan digali ulang.
Ada jenazah yang ditumpuk tanpa sempat ditanya, karena pemakaman sudah tak punya pilihan.
Mungkin orang-orang itu dahulu punya rumah, punya gelar, punya jabatan,
tetapi karena tidak ada perencanaan…
mereka berakhir entah di mana.
Lalu apa bedanya kita dengan mereka,
jika hari ini kita masih menunda?
Tentang Syariah, Tentang Adab, Tentang Martabat
Dalam Islam, jasad bukan sekadar tubuh tanpa ruh.
Ia adalah amanah.
Ia adalah kehormatan.
Nabi ﷺ bersabda:
“Memecahkan tulang mayat itu seperti memecahkan tulang orang hidup.”
Begitulah tingginya kehormatan jenazah.
Tidak boleh ditumpuk.
Tidak boleh dicampur.
Tidak boleh dipindah sembarangan.
Tidak boleh dilangkahi.
Makam itu ruang kemuliaan.
Ruang istirahat panjang sebelum hari dibangkitkan.
Dan menyiapkannya adalah bagian dari tanggung jawab seorang Muslim,
sebagian dari adab yang diajarkan agama,
sebagian dari penghormatan pada diri sendiri.
Ahli waris memikul tanggung jawab itu.
Tetapi orang yang bijak tak pernah menunda beban ahli waris.
Ia justru mempermudahnya.
Ia merencanakan.

Banyak Keluarga Hari Ini Jauh dari Komunitas Masjid
Banyak keluarga tinggal di apartemen.
Jauh dari tanah.
Jauh dari pemakaman keluarga.
Jauh dari kampung halaman.
Dan jauh dari percakapan-percakapan bijak tentang akhirat dan kematian.
Anak-anak tumbuh di lantai 20,
sementara mereka tak tahu di mana orang tuanya kelak akan dimakamkan.
Suami dan istri sibuk bekerja,
tetapi tidak satu pun dari mereka tahu di mana kelak tubuh mereka akan beristirahat.
Inilah luka halus kehidupan modern:
kita hidup tinggi,
tapi tak tahu di mana kita akan dikebumikan.
Perencanaan Makam: Bukan Urusan Mati, Tetapi Urusan Cinta
Banyak yang mengira perencanaan makam itu urusan yang menyeramkan.
Padahal tidak.
Ia adalah urusan cinta.
Cinta kepada diri sendiri.
Cinta kepada keluarga.
Cinta kepada syariah.
Cinta kepada ketenangan.
Karena dengan perencanaan, kita membuat keluarga tenang.
Mereka tidak perlu saling bertanya,
tidak perlu berdebat,
tidak perlu mencari makam saat mata masih basah,
tidak perlu bingung di tengah duka.
Mereka hanya perlu mengantar kita dengan doa.
Tanpa beban.
Tanpa panik.
Tanpa hilang arah.
Lalu Bagaimana Perencanaan Makam Itu?

Di sinilah peran Financial Planner Syariah menjadi sangat penting.
Mereka bukan hanya mengatur harta semasa hidup,
tetapi juga memikirkan kehormatan setelah wafat.
Mereka membuka mata keluarga-keluarga Muslim bahwa:
- biaya hidup bisa ditunda,
- investasi bisa dialihkan,
- gaya hidup bisa direndahkan,
- tetapi pemakaman tidak bisa ditunda.
Mereka menunjukkan jalan yang tenang, syariah, dan terencana.
Bukan dengan menakutkan,
tetapi dengan menyadarkan.
Bahwa mempersiapkan makam bukan soal takut mati,
tetapi soal menghormati hidup.
Al Azhar Memorial Garden: Sebuah Ruang Tenang untuk Akhir Perjalanan
Di antara kota yang penuh sesak,
Allah masih menyisakan tempat yang terhormat untuk keluarga muslim:
Al Azhar Memorial Garden.

Di sini:
- semua yang dimakamkan 100% Muslim,
- tidak ditumpuk,
- tidak dicampur,
- tidak dilangkahi,
- prosesi sesuai sunnah,
- suasana teduh dan terawat,
- dan keluarga bisa berziarah dengan layak.
Bukan sekadar lahan.
Tetapi ketenangan.
Kehormatan.
Adab.
Kesempatan untuk menutup hidup dengan cara yang benar.
Ini Bukan Transaksi. Ini Keputusan Hidup.
Unit single mungkin 50–60 juta.
Unit pasangan sekitar 150 juta.
Unit keluarga mulai 300 juta hingga 2,5 miliar.
Tetapi yang Anda beli bukan tanah.
Yang Anda siapkan bukan makam.
Yang Anda rencanakan adalah:
ketenangan keluarga Anda.
kehormatan jasad Anda.
kemuliaan syariah yang Anda jaga hingga akhir hayat.
Itu nilai yang tidak bisa dihitung dengan angka.
Penutup: Saat Anda Menunda, Waktu Tidak Pernah Menunda
Jika kita tidak merencanakan kehormatan kita,
siapa lagi yang melakukannya?
Jika kita tidak menyiapkan tempat untuk diri sendiri,
mengapa kita berharap orang lain menemukannya?
Jika kita tidak menyayangi diri sendiri hingga akhir,
bagaimana keluarga dapat menjalankan sunnah untuk kita?
Perencanaan makam bukan sekadar pilihan.
Ia adalah cermin kesadaran.
Ia adalah tanda kedewasaan jiwa.
Ia adalah cinta yang tidak berhenti meski kita telah tiada.
Dan pada akhirnya, pertanyaannya sederhana:
Apakah hari ini kita memilih sadar,
atau menunggu hingga semuanya terlambat? Hubungi Agen Resmi Kami untuk membantu anda merencanakan makam syariah buat keluarga : Agen Resmi Al Azhar Memorial Garden
Baca Artikel Lainnya :
Panduan Lengkap Harga dan Cara Pemesanan Makam Al Azhar Memorial Garden
Panduan Perencanaan Makam Syariah untuk Financial Planner & Keluarga Muslim Modern
Hukum Wasiat untuk Dimakamkan Ditumpuk dengan Pasangan atau Orang Tua

