Perjalanan Saya dari Pesantren hingga Menjadi Konsultan Pemakaman Syariah

Perjalanan Saya dari Pesantren hingga Menjadi Konsultan Pemakaman Syariah

Setiap Perjalanan Memiliki Takdirnya

Jika ada yang bertanya kepada saya,

“Ustadz, mengapa memilih menjadi konsultan pemakaman? Bukankah latar belakang Ustadz adalah dakwah?”

Saya selalu tersenyum.

Karena bagi saya, pekerjaan ini bukan sekadar profesi. Ini adalah bagian dari perjalanan dakwah yang Allah siapkan sejak lama.

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa perjalanan menuntut ilmu di pesantren, belajar syariah di Timur Tengah, hingga puluhan tahun berdakwah kepada masyarakat, pada akhirnya mengantarkan saya untuk mendampingi ribuan keluarga mempersiapkan salah satu fase terpenting dalam kehidupan manusia: perjalanan menuju akhirat.

Berawal dari Dunia Pesantren

Perjalanan Saya dari Pesantren hingga Menjadi Konsultan Pemakaman Syariah

Perjalanan saya dimulai dari bangku pesantren.

Di sanalah saya belajar bahwa kehidupan dunia hanyalah tempat singgah sementara. Nilai-nilai keikhlasan, adab, ibadah, dan kecintaan kepada Al-Qur’an menjadi fondasi yang membentuk cara pandang saya terhadap kehidupan.

Pesantren mengajarkan bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT.

Kesadaran tentang kematian bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar manusia hidup dengan lebih baik dan lebih siap.

Pelajaran itulah yang hingga hari ini terus saya pegang.

Menuntut Ilmu di Timur Tengah

Perjalanan Saya dari Pesantren hingga Menjadi Konsultan Pemakaman Syariah
Bersama Sahabat alm. Abdullah Ali Juma’i dari yaman, Sahabat saat Kuliah di Universitas Islam Madinah 2004-2008

Setelah menyelesaikan pendidikan di Indonesia, Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah.

Saya belajar ilmu syariah, ushuluddin, dan dakwah di berbagai lembaga pendidikan Islam yang menjadi impian banyak penuntut ilmu.

Pengalaman belajar di lingkungan para ulama membuka wawasan bahwa Islam mengatur kehidupan manusia secara utuh, mulai dari kelahiran hingga proses pemakaman.

Dalam Islam, mengurus jenazah bukan sekadar tradisi. Ia adalah bentuk penghormatan terakhir kepada seorang muslim sekaligus kewajiban yang memiliki aturan syariat yang sangat mulia.

Pemahaman inilah yang kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan hidup saya.

Perjalanan Saya dari Pesantren hingga Menjadi Konsultan Pemakaman Syariah

Lebih dari Dua Puluh Tahun Berdakwah

Sepulang dari Timur Tengah, saya mengabdikan diri di dunia dakwah.

Selama lebih dari dua dekade, saya mengisi kajian, seminar, pelatihan, serta menjadi pembimbing ibadah haji dan umrah.

Saya bertemu ribuan jamaah dengan berbagai latar belakang kehidupan.

Ada yang sukses secara materi tetapi belum siap menghadapi kematian.

Ada yang memiliki rumah mewah, kendaraan terbaik, investasi yang lengkap, tetapi belum pernah memikirkan bagaimana keluarganya kelak ketika musibah datang.

Di sisi lain, saya juga sering menyaksikan keluarga yang harus menghadapi kesedihan sekaligus kerepotan mengurus proses pemakaman dalam waktu yang sangat singkat.

Dari situlah saya semakin memahami bahwa edukasi tentang persiapan akhir hayat masih sangat dibutuhkan.

Bertemu dengan Misi Al Azhar Memorial Garden

Perjalanan Saya dari Pesantren hingga Menjadi Konsultan Pemakaman Syariah

Perjalanan hidup kemudian mempertemukan saya dengan Al Azhar Memorial Garden.

Awalnya saya melihatnya sebagai sebuah kawasan pemakaman muslim yang tertata rapi.

Namun setelah mempelajarinya lebih dalam, saya menyadari bahwa Al Azhar Memorial Garden bukan sekadar menjual kavling makam.

Yang dibangun adalah sebuah sistem pelayanan yang memuliakan jenazah sesuai syariat Islam, memberikan ketenangan kepada keluarga, serta menghadirkan lingkungan pemakaman yang terawat dengan baik untuk jangka panjang.

Saat itulah saya merasa bahwa misi ini sejalan dengan nilai-nilai dakwah yang selama ini saya jalankan.

Mengajak masyarakat mempersiapkan pemakaman sejak dini bukan berarti mengundang kematian. Justru ini adalah bentuk ikhtiar, tanggung jawab, dan kasih sayang kepada keluarga agar tidak dibebani persoalan yang berat ketika musibah datang.

Menjadi Konsultan, Bukan Sekadar Menjual

Saya tidak pernah memposisikan diri hanya sebagai tenaga pemasaran.

Peran utama saya adalah menjadi pendamping bagi keluarga muslim.

Saya membantu mereka memahami berbagai pilihan yang tersedia, menjelaskan proses pemakaman sesuai syariat, memberikan edukasi mengenai pentingnya perencanaan sejak dini, serta mendampingi mereka ketika membutuhkan solusi terbaik.

Bagi saya, setiap konsultasi bukan tentang transaksi.

Yang lebih penting adalah menghadirkan ketenangan, memberikan pemahaman yang benar, dan membantu keluarga mengambil keputusan dengan penuh kesadaran.

Sebuah Amanah yang Terus Saya Jaga

Perjalanan Saya dari Pesantren hingga Menjadi Konsultan Pemakaman Syariah

Hari ini saya bersyukur karena Allah mempercayakan amanah ini kepada saya.

Saya juga berkesempatan membimbing banyak Memorial Partner agar mereka tidak hanya menjadi tenaga pemasaran, tetapi juga menjadi pendidik masyarakat tentang pentingnya mempersiapkan akhir kehidupan dengan cara yang sesuai syariat.

Saya percaya bahwa profesi ini adalah bagian dari dakwah.

Setiap keluarga yang mendapatkan ketenangan karena edukasi yang benar merupakan amal yang mudah-mudahan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Mari Berdiskusi

Jika Anda sedang mencari informasi mengenai pemakaman muslim, ingin memahami konsep pemakaman syariah, mempertimbangkan memiliki kavling makam keluarga, atau sekadar ingin berkonsultasi tanpa komitmen apa pun, saya dengan senang hati siap membantu.

Semoga Allah SWT memberikan keberkahan kepada kita semua, memudahkan setiap urusan kita di dunia, dan mengaruniakan husnul khatimah ketika tiba saatnya kembali kepada-Nya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Baca Artikel Selanjutnya :

Siapa Ust. Zulhamdi M. Sa’ad, Lc? Konsultan Resmi Al Azhar Memorial Garden

Profesi dengan Pahala yang Terus Mengalir. Jalan Rezeki & Amal Jariyah yang Tidak Terputus

Menyiapkan Kavling Makam Hari Ini Adalah Keputusan Bijak. The Power of Now

Bukan Tentang Kematian, Ini Tentang Ketenangan yang Kita Tinggalkan untuk Keluarga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *