FGD Gabungan Royal Madinah Bertumbuh, Naik Level, dan Melahirkan Leader Baru
FGD rutin Group Zulhamdi M. Sa’ad setiap Rabu menjadi ruang pembinaan Memorial Partner. Pada 23 September 2026, pembinaan digelar secara gabungan bersama seluruh MD dan tim Royal Madinah di bawah kepemimpinan RD Tinia Kurniawati, dengan fokus pada follow up, handling objection, pelayanan, rekrutmen, kenaikan level, dan target trip ke luar negeri.
Menjadi Memorial Partner bukan hanya tentang memahami produk atau mampu menjelaskan pilihan kavling makam. Di balik pelayanan kepada setiap keluarga, dibutuhkan pengetahuan, keterampilan komunikasi, mental yang kuat, kedisiplinan, kemampuan membangun kepercayaan, dan kemauan untuk terus belajar.
Karena itu, di Group Zulhamdi M. Sa’ad, Focus Group Discussion (FGD) menjadi agenda pembinaan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu. Forum ini menjadi ruang belajar, evaluasi, latihan, dan penguatan tim agar setiap Memorial Partner tidak berjalan sendiri ketika menghadapi dinamika di lapangan.
Bagi Zulhamdi M. Sa’ad, Lc., Memorial Director Al Azhar Memorial Garden, tugas seorang leader tidak berhenti ketika seseorang bergabung. Justru setelah bergabung, proses pembinaan dimulai: memahami produk, membangun kepercayaan diri, mencari prospek, berlatih follow up, menghadapi keberatan calon konsumen, meningkatkan pelayanan, hingga mempersiapkan diri menjadi leader berikutnya.
FGD Kali Ini Lebih Istimewa: Gabungan Royal Madinah
FGD pada Rabu, 23 September 2026 terasa berbeda. Jika biasanya pembinaan rutin dilaksanakan bersama Group Zulhamdi M. Sa’ad, kali ini FGD digelar secara gabungan bersama seluruh Memorial Director dan tim dalam Group Royal Madinah di bawah kepemimpinan Royal Director Tinia Kurniawati.
Kehadiran para MD dan Memorial Partner dari berbagai group membuat diskusi semakin kaya. Pengalaman lapangan, pertanyaan, tantangan, dan metode yang selama ini digunakan dapat dibagikan dan dipelajari bersama. Pertemuan seperti ini bukan sekadar mempertemukan anggota tim, tetapi memperkuat sinergi, menyamakan semangat, dan belajar dari pengalaman nyata.
FGD bukan sekadar tempat mendengar materi. Ia menjadi ruang untuk mencoba, berlatih, dievaluasi, lalu memperbaiki cara.
Belajar dengan Praktik, Bukan Hanya Mendengar
Salah satu prinsip dalam pembinaan adalah bahwa kemampuan tidak cukup dibangun dengan mendengarkan teori. Memorial Partner perlu mencoba, berlatih, dievaluasi, lalu memperbaiki cara.
Dalam FGD kali ini, peserta melakukan latihan follow up secara langsung. Mereka belajar membuka percakapan dengan calon konsumen, menggali kebutuhan keluarga, menyampaikan informasi dengan tepat, menjaga komunikasi, dan mengarahkan percakapan menuju langkah berikutnya tanpa memberikan tekanan.
Metode pameran juga dibahas: bagaimana menyapa pengunjung, mengenali kebutuhan, menjelaskan pilihan yang relevan, memperoleh prospek, serta melakukan follow up setelah kegiatan selesai.
Handling Objection: Memahami Sebelum Menjawab
Salah satu pembahasan penting adalah bagaimana menghadapi calon konsumen yang mengatakan, “Saya sudah punya makam” atau “Keluarga kami sudah memiliki makam keluarga sendiri.”
Pernyataan seperti ini tidak seharusnya langsung dianggap sebagai penolakan. Memorial Partner perlu mendengar dan memahami terlebih dahulu: bagaimana kepastian lahannya, pengelolaannya, akses keluarga, perawatan jangka panjang, kenyamanan prosesi pemakaman, dan apakah solusi yang sudah dimiliki benar-benar memenuhi kebutuhan keluarga.
“Handling objection bukan seni memenangkan perdebatan. Handling objection adalah kemampuan mendengar, memahami alasan seseorang, lalu membantu calon konsumen melihat kebutuhannya secara lebih utuh.”
— Zulhamdi M. Sa’ad, Lc.Syariah Family Legacy Advisor • Memorial Director
Follow Up adalah Proses Membangun Kepercayaan
Tidak semua calon konsumen mengambil keputusan pada pertemuan pertama. Ada yang perlu berdiskusi dengan pasangan, anak, saudara, atau keluarga besarnya. Ada pula yang membutuhkan waktu panjang sebelum merasa siap.
Karena itu, follow up bukan sekadar bertanya, “Jadi ambil atau tidak?” Follow up yang baik berarti menjaga silaturahmi, memberikan informasi yang relevan, menjawab kebutuhan, dan hadir ketika calon konsumen membutuhkan penjelasan.
“Follow up yang baik bukan mengejar keputusan. Kita sedang menjaga kepercayaan, karena bisa jadi hari ini seseorang belum membutuhkan kita, tetapi suatu hari keluarganya membutuhkan seseorang yang dapat dipercaya.”
— Zulhamdi M. Sa’ad, Lc.Syariah Family Legacy Advisor • Memorial Director
Pelayanan Tidak Berhenti Setelah Closing
FGD juga menekankan pentingnya kualitas pelayanan. Closing bukan akhir dari hubungan dengan konsumen, tetapi awal dari tanggung jawab pendampingan.
Memorial Partner perlu mampu mendampingi keluarga mulai dari konsultasi, survei lokasi, pemilihan kavling, proses administrasi, hingga membantu koordinasi ketika suatu hari layanan pemakaman benar-benar dibutuhkan. Dalam pelayanan yang berkaitan dengan keluarga dan fase akhir kehidupan, kepercayaan memiliki nilai yang sangat besar.
“Di bisnis ini kita tidak sekadar menawarkan kavling makam. Kita membantu keluarga menyiapkan satu urusan penting agar ketika waktunya tiba, mereka tidak menghadapinya dalam kepanikan.”
— Zulhamdi M. Sa’ad, Lc.Syariah Family Legacy Advisor • Memorial Director
Membangun Tim dan Melahirkan Leader Baru
Pembinaan dalam FGD tidak hanya berbicara tentang closing pribadi. Memorial Partner juga didorong belajar mengembangkan tim melalui rekrutmen dan pendampingan.
Perjalanan pertumbuhan dimulai dari memahami produk, mencari prospek, melakukan follow up, memberikan pelayanan, dan menghasilkan closing secara konsisten. Setelah itu, seseorang perlu belajar mengajak orang lain, mendampingi mereka, dan membangun organisasi yang sehat.
“Pembinaan bukan sekadar mengajarkan orang bagaimana melakukan closing. Pembinaan adalah membantu seseorang bertumbuh sampai ia mampu berdiri, memimpin, dan melahirkan leader berikutnya.”
— Zulhamdi M. Sa’ad, Lc.Syariah Family Legacy Advisor • Memorial Director
Seorang leader tidak diukur hanya dari seberapa tinggi pencapaiannya sendiri. Salah satu tanda keberhasilannya adalah ketika orang-orang yang dibinanya ikut bertumbuh, berprestasi, lalu mampu membina orang lain.
— Zulhamdi M. Sa’ad, Lc.
Syariah Family Legacy Advisor • Memorial Director
Tiga Bulan Terakhir 2026: Momentum untuk Naik Level
FGD gabungan kali ini memiliki konteks yang sangat penting. Tahun 2026 tinggal menyisakan sekitar tiga bulan. Waktu yang tersisa perlu digunakan dengan lebih terarah untuk meningkatkan aktivitas, memperkuat follow up, memperbanyak prospek, meningkatkan pelayanan, dan membangun tim.
Ada dua semangat besar yang diperjuangkan bersama: mengejar kualifikasi trip ke luar negeri dan mendorong sebanyak mungkin anggota tim naik ke level berikutnya.
Membangun kompetensi, aktivitas, pelayanan, dan pencapaian.
Mulai membina, mendampingi, dan mengembangkan anggota tim.
Membangun organisasi yang kuat dan melahirkan leader baru.
Target akhir tahun bukan hanya soal angka penjualan. Pertumbuhan seorang leader juga terlihat dari kemampuannya membangun aktivitas yang konsisten, menghasilkan pencapaian, dan melahirkan leader baru.
Sesi Siang: Pembekalan MP Baru dan Apresiasi New Bronze
Rangkaian kegiatan berlanjut pada sesi siang. Memorial Partner baru menerima flyer dan Agent Book sebagai bagian dari pembekalan perangkat kerja. Materi tersebut membantu MP baru mempelajari produk, menjelaskan pilihan kepada calon konsumen, serta memulai aktivitas prospecting dan follow up dengan lebih terarah.
Pada kesempatan yang sama, diberikan pula reward kepada Memorial Partner yang berhasil mencapai New Bronze. Apresiasi ini menjadi penghargaan atas proses, aktivitas, dan pencapaian yang telah dilakukan, sekaligus menjadi motivasi bagi anggota tim lainnya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bertumbuh melalui pembinaan dan aktivitas yang konsisten.


FGD sebagai Sistem Pembinaan Group Zulhamdi M. Sa’ad
Bagi Zulhamdi M. Sa’ad, Lc., FGD rutin setiap Rabu merupakan bagian dari sistem pembinaan, bukan kegiatan sesekali. Materinya mengikuti kebutuhan nyata tim: pemahaman produk, penguatan mindset, prospecting, metode pameran, follow up, handling objection, pelayanan konsumen, rekrutmen, evaluasi aktivitas, hingga pengembangan leadership.
Setiap pengalaman di lapangan dapat dibawa kembali ke forum untuk dibedah dan dijadikan pelajaran bersama. Dengan demikian, tim tidak hanya menerima teori, tetapi belajar dari situasi yang benar-benar terjadi dalam pendampingan calon konsumen dan konsumen.
Budaya yang ingin dibangun
Belajar → praktik → aktivitas → evaluasi → closing → pencapaian → naik level → membina orang lain.
Bertumbuh Bersama Menuju Akhir Tahun
Tiga bulan mungkin terasa singkat. Namun tiga bulan yang dijalani dengan aktivitas yang benar, pembinaan yang konsisten, kerja sama tim, disiplin follow up, dan pertolongan Allah SWT dapat menjadi periode yang menentukan perjalanan seseorang menuju level berikutnya.
FGD Gabungan Royal Madinah pada 23 September 2026 menjadi salah satu momentum untuk menguatkan semangat tersebut: MP menuju MD, MD menuju RD, dan bersama-sama mengejar pencapaian terbaik serta kualifikasi trip ke luar negeri.
Lebih dari itu, harapannya adalah lahir semakin banyak Memorial Partner yang kompeten, berintegritas, mampu memberikan pelayanan terbaik kepada keluarga, dan siap menjadi pemimpin yang membina orang lain.
“Saya ingin setiap Memorial Partner bertumbuh bukan hanya dalam income, tetapi juga dalam ilmu, kemampuan melayani, kepemimpinan, dan kebermanfaatan bagi banyak keluarga.”
— Zulhamdi M. Sa’ad, Lc.Syariah Family Legacy Advisor • Memorial Director
Tim yang kuat tidak dibangun dalam satu hari. Ia dibangun melalui proses yang konsisten, pekan demi pekan.
Pertanyaan tentang FGD Memorial Partner
Apa tujuan FGD Group Zulhamdi M. Sa’ad?
FGD menjadi ruang pembinaan rutin untuk memperkuat mindset, pemahaman produk, prospecting, follow up, handling objection, pelayanan konsumen, rekrutmen, evaluasi aktivitas, dan leadership.
Seberapa sering FGD Group Zulhamdi M. Sa’ad dilaksanakan?
FGD Group Zulhamdi M. Sa’ad dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu sebagai bagian dari sistem pembinaan tim.
Apa yang berbeda pada FGD 23 September 2026?
FGD kali ini dilaksanakan secara gabungan bersama seluruh MD dan tim dalam Group Royal Madinah di bawah kepemimpinan RD Tinia Kurniawati.
Apa fokus tiga bulan terakhir 2026?
Memperkuat aktivitas untuk mengejar pencapaian dan kualifikasi trip ke luar negeri, sekaligus mendorong MP bertumbuh menjadi MD dan MD bertumbuh menjadi RD.
Ingin Mengenal Perjalanan Menjadi Memorial Partner?
Pelajari sistem pembinaan, aktivitas, pendampingan, peluang pengembangan diri, dan jenjang leadership di Al Azhar Memorial Garden.
