Bolehkah Duduk di Atas Makam Saat Berziarah?
Ketika jarak antarmakam sangat sempit, keluarga terkadang kesulitan mencari tempat berdiri atau duduk saat berziarah. Bagaimana tuntunan Rasulullah ﷺ tentang duduk dan berjalan di atas makam? Dan mengapa penataan area pemakaman menjadi bagian penting dalam menjaga kehormatan makam seorang Muslim?
Ziarah kubur adalah saat ketika seseorang datang membawa doa, kerinduan, dan ingatan kepada orang yang telah lebih dahulu kembali kepada Allah.
Namun ada keadaan yang sering kita jumpai di sejumlah pemakaman: jarak antara satu makam dengan makam lainnya sangat sempit.
Ketika keluarga datang berziarah, terkadang hampir tidak tersedia ruang untuk berdiri atau duduk. Untuk mencapai makam keluarganya, seseorang bahkan mungkin harus melewati makam-makam yang lain.
Dalam keadaan seperti ini muncul sebuah pertanyaan penting: bolehkah kita duduk di atas makam? Bagaimana pula dengan menginjak atau berjalan di atas makam ketika berziarah?
Ternyata Rasulullah ﷺ telah memberikan tuntunan yang sangat jelas tentang kehormatan makam seorang Muslim.
Larangan Duduk di Atas Makam
Dari Abu Martsad al-Ghanawi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
HR. Muslim no. 972
Hadis ini memberikan larangan yang jelas untuk menjadikan makam sebagai tempat duduk.
Bahkan dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ memberikan peringatan dengan ungkapan yang sangat kuat.
HR. Muslim no. 971
Mengapa Makam Harus Dihormati?
Makam bukan sekadar sebidang tanah.
Di bawahnya terdapat jasad seorang manusia yang pernah hidup, memiliki keluarga, dicintai, dan sebagai seorang Muslim mempunyai kehormatan yang harus dijaga.
Islam bahkan mengajarkan bahwa kehormatan jasad seorang Muslim tetap diperhatikan setelah ia meninggal dunia.
HR. Abu Dawud no. 3207 dan Ibnu Majah no. 1616
Hadis ini memberikan pelajaran tentang penghormatan terhadap jasad orang yang telah meninggal. Karena itu, ketika berada di area pemakaman, seorang Muslim hendaknya menjaga sikap dan memperlakukan makam dengan penuh adab.
Adab praktis ketika berziarah
Sebisa mungkin kita tidak duduk di atas makam, tidak menjadikannya tempat bersandar atau bertumpu, dan menghindari menginjak makam. Gunakanlah jalan atau ruang di antara makam apabila tersedia.
Bagaimana Jika Makam Sangat Rapat?
Persoalan menjadi lebih sulit ketika makam berada sangat berdekatan dan hampir tidak tersedia jalan di antaranya.
Dalam kondisi seperti itu, seseorang mungkin kesulitan mencapai makam keluarganya tanpa melewati makam yang lain.
Prinsip yang perlu dijaga adalah berusaha semaksimal mungkin menghormati makam dan tidak dengan sengaja menjadikannya sebagai tempat duduk atau pijakan.
Adab ziarah bukan hanya tentang doa yang kita baca. Adab juga terlihat dari bagaimana kita berjalan, berdiri, duduk, dan memperlakukan makam orang lain di sekitar makam keluarga kita.
Foto Ini Mengajarkan Sesuatu kepada Kita
Persoalan ruang di area pemakaman terkadang baru benar-benar terasa setelah keluarga datang berziarah.
Ketika makam dibangun terlalu rapat dan hampir tidak memiliki ruang di antaranya, keluarga dapat mengalami kesulitan hanya untuk mendekati makam orang yang dicintainya.
Di sinilah kita memahami bahwa penataan pemakaman bukan hanya persoalan menyediakan sebidang tanah untuk seseorang dimakamkan.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin terlihat sederhana ketika seseorang masih hidup.
Tetapi bagi keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintainya, ruang untuk berjalan, berdiri, duduk, dan mendoakan orang tua atau pasangannya dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Pemakaman yang Baik Juga Memikirkan Mereka yang Akan Datang Berziarah
Salah satu hal yang patut diperhatikan dalam penataan pemakaman adalah adanya akses atau walkway di antara area makam.
Bukan untuk bermewah-mewahan. Bukan pula sekadar persoalan estetika.
Dengan demikian, penataan area pemakaman dapat membantu keluarga menjaga adab yang telah diajarkan dalam syariat.
Bagaimana Al Azhar Memorial Garden Membantu Menjaga Kehormatan Makam?
Salah satu perhatian dalam penataan Al Azhar Memorial Garden adalah agar area pemakaman tidak hanya tertata ketika prosesi pemakaman berlangsung, tetapi juga memudahkan keluarga menjaga adab ketika datang berziarah bertahun-tahun kemudian.
Makam Tidak Ditumpuk
Setiap makam memiliki tempatnya masing-masing. Pemakaman ditata tanpa sistem makam tumpang sehingga tempat peristirahatan setiap jenazah tetap terjaga.
Walkway untuk Peziarah
Tersedia walkway atau jalur akses di area makam sehingga keluarga dapat mendekati makam tanpa harus menjadikan makam lain sebagai jalan atau tempat berpijak.
Tenda & Kursi Ziarah Gratis
Keluarga dapat menggunakan fasilitas tenda dan kursi ziarah tanpa biaya sehingga tidak perlu duduk di atas makam ketika ingin berada lebih lama untuk mendoakan anggota keluarga.
Walkway: Fasilitas Sederhana dengan Makna yang Besar
Keberadaan walkway mungkin terlihat sebagai fasilitas yang sederhana. Namun jika dikaitkan dengan adab terhadap makam, manfaatnya menjadi sangat penting.
Keluarga dapat berjalan menuju makam melalui jalur yang telah disediakan. Anak-anak, orang lanjut usia, maupun keluarga yang datang bersama-sama mempunyai akses yang lebih tertata tanpa harus berjalan di atas makam lain.
Dengan demikian, penataan ruang membantu mempertemukan dua kebutuhan: menghormati mereka yang telah wafat dan memudahkan mereka yang datang mendoakan.
Tenda dan Kursi Ziarah: Tidak Perlu Duduk di Atas Makam
Ada satu fasilitas lain yang sangat membantu keluarga ketika ingin berziarah lebih lama.
Di Al Azhar Memorial Garden, keluarga dapat menggunakan tenda dan kursi ziarah yang disediakan tanpa biaya.
Fasilitas tersebut bukan semata-mata persoalan kenyamanan.
Ketika cuaca panas, tenda memberikan keteduhan. Ketika ada anggota keluarga yang lanjut usia, kursi membantu mereka duduk dengan lebih nyaman. Dan ketika keluarga ingin berada lebih lama untuk berdoa, mereka mempunyai tempat duduk tanpa harus menjadikan makam sebagai tempat duduk.
Syariah Bukan Hanya Saat Jenazah Dimakamkan
Sering kali ketika berbicara tentang pemakaman sesuai syariah, perhatian kita hanya tertuju pada proses ketika jenazah dimakamkan.
Padahal ada hal lain yang juga perlu dipikirkan setelah pemakaman selesai.
Karena itu, penataan pemakaman yang baik dapat membantu menjaga adab syariah bukan hanya pada hari seseorang dimakamkan, tetapi juga bertahun-tahun setelahnya ketika pasangan, anak, cucu, dan keluarganya datang berziarah.
Bukan sekadar fasilitas.
Walkway, penataan kavling, tenda, dan kursi ziarah mempunyai
makna yang lebih dalam: bagian dari ikhtiar untuk memuliakan
mereka yang telah wafat dan memudahkan keluarga yang datang
mendoakan.
Sebuah Hal yang Jarang Kita Pikirkan
Perjalanan sebuah makam tidak selesai pada hari pemakaman.
Setelah hari itu, insya Allah akan ada pasangan yang datang mendoakan. Ada anak-anak yang berziarah. Ada cucu yang suatu hari diperkenalkan kepada makam kakek dan neneknya.
Dan mungkin bertahun-tahun kemudian, di tempat itulah sebuah keluarga berdiri dengan tenang, mengenang seseorang yang sangat mereka cintai dan mendoakannya.
Ada pertanyaan lain yang juga penting: “Ketika saya telah tiada, apakah keluarga saya mempunyai tempat yang layak untuk datang dan mendoakan saya tanpa harus menginjak atau duduk di atas makam orang lain?”
Memikirkan hal tersebut bukan berarti mengharapkan kematian. Ia adalah bagian dari ikhtiar agar ketika ketetapan Allah datang, keluarga tidak hanya mempunyai tempat untuk memakamkan orang yang dicintainya, tetapi juga tempat yang layak untuk kembali datang mendoakannya.
“Kita bukan hanya memilih tempat untuk dimakamkan. Kita juga sedang mempersiapkan tempat bagi keluarga untuk datang dan mendoakan kita kelak.”
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
Sumber & Rujukan
- Imam Muslim. Shahih Muslim, Kitab al-Jana’iz, hadis tentang larangan duduk di atas kubur.
- Abu Dawud. Sunan Abi Dawud, Kitab al-Jana’iz, hadis tentang kehormatan jasad orang yang telah meninggal.
- Ibnu Majah. Sunan Ibn Majah, Kitab al-Jana’iz.
- Imam an-Nawawi. Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim ibn al-Hajjaj, pembahasan mengenai larangan duduk di atas kubur.
Pelajari Lebih Lanjut
ZIARAH KUBUR Adab Berziarah dalam Islam FASILITAS ZIARAH Tenda & Kursi Ziarah di Al Azhar Memorial Garden PANDUAN KELUARGA Proses Pemakaman A–Z AREA PEMAKAMAN Zona dan Area Kavling Al Azhar Memorial GardenZulhamdi M. Sa’ad, Lc.
Syariah Family Legacy Advisor • Memorial Director
Al Azhar Heritage
Pelajari Sebelum Keluarga Membutuhkan
Al Azhar Heritage menyusun panduan mengenai pemakaman, ziarah, persiapan keluarga, dan fasilitas Al Azhar Memorial Garden agar setiap keputusan dapat dipahami dengan lebih tenang, terencana, dan tetap memperhatikan tuntunan syariah.
