Pelayanan Kedukaan 24 Jam Al Azhar Memorial Garden • Karawang
Konsultan Resmi • Memorial Director • AZHR-07146 WhatsApp
fgd-memorial-partner-7-oktober-2026-foto-bersama

FGD Pekanan Sarana Menguatkan Mindset Dan Menata Ikhtiar

Foto bersama Memorial Partner dan Ustadz Zulhamdi dalam kegiatan FGD 7 Oktober 2026
Jejak Pembinaan • Memorial Partner • 7 Oktober 2026

Menguatkan Mindset, Menata Ikhtiar Dua Agenda FGD Memorial Partner: Belajar Closing dan Menyiapkan Langkah Kerja

FGD gabungan Team Royal Medina pada pagi hari dan FGD Grup Zulhamdi pada siang hari mempertemukan keterampilan closing, penguatan nilai pelayanan, serta langkah praktis membangun database dan menjangkau masyarakat.

Zulhamdi M. Sa’ad, Lc. Memorial Director • ID AZHR-07146 Kindo Square Blok A18, Jakarta
SESI PAGI • FGD GABUNGAN

Team Royal Medina

Sekitar 50 peserta mengikuti pembinaan bersama di lantai 3.

Materi How to Handle Closing Preneed & Atneed bersama Ibu Tinia Kurniawati, Royal Director.

Dilengkapi penguatan mindset dan nilai pelayanan oleh Ustadz Zulhamdi.

SESI SIANG • FGD GRUP ZULHAMDI

Dari Semangat Menuju Aktivitas

Sekitar 35 peserta mengikuti pembinaan di lantai 2.

Fokus pada database, kesungguhan follow-up, proposal kepada RT, market survey, dan rencana kunjungan warga.

Disertai penyerahan Agent Book sebagai alat bantu belajar dan presentasi.

Rabu, 7 Oktober 2026, menjadi kesempatan belajar bersama bagi Memorial Partner Al Azhar Memorial Garden di Kindo Square, Jakarta. Sekitar 50 peserta mengikuti FGD gabungan Team Royal Medina pada pagi hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan FGD Grup Zulhamdi pada siang hari yang dihadiri sekitar 35 peserta.

Kedua sesi memiliki penekanan yang saling melengkapi. Sesi pagi membahas keterampilan menghadapi proses closing, sedangkan sesi siang mengarahkan peserta pada pengelolaan database, pendekatan kepada masyarakat, dan persiapan market survey.

Penguatan mindset menjadi benang merah keduanya. Memorial Partner diajak memahami nilai pelayanan yang diberikan kepada keluarga Muslim, kemudian menjalankan aktivitas bisnis dengan kesungguhan dan arah yang jelas.

Mengawali Pembinaan dengan Syukur dan Doa

Kegiatan diawali dengan doa, menghadirkan rasa syukur atas kesehatan, keluarga, dan kesempatan untuk berkumpul serta menuntut ilmu. Peserta diingatkan bahwa setiap kesempatan belajar merupakan nikmat yang perlu diteruskan menjadi amal dan ikhtiar.

Doa menjadi penguat niat agar aktivitas yang dijalankan membawa rezeki yang halal dan berkah, menjaga kejujuran, serta menumbuhkan kemampuan mendampingi keluarga dengan empati.

Pada sesi siang, penguatan spiritual juga diarahkan untuk membangun keberanian, terutama bagi Memorial Partner yang baru bergabung. Peserta diajak membuka hati terhadap kesempatan belajar, mengatasi keraguan, dan memulai langkah yang dapat dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Ilmu yang dipelajari diharapkan menjadi amal, dan pekerjaan yang dijalankan menjadi jalan rezeki sekaligus kebermanfaatan bagi keluarga yang dilayani.

Intisari doa dan penguatan dalam kegiatan FGD.

Sesi Pagi: Memahami Proses Menuju Closing

Dalam FGD gabungan Team Royal Medina, Ibu Tinia Kurniawati, Royal Director, menyampaikan materi “How to Handle Closing Preneed & Atneed.”

Ibu Tinia Kurniawati menyampaikan materi dalam FGD gabungan Team Royal Medina 7 Oktober 2026
Ibu Tinia Kurniawati, Royal Director, menyampaikan materi pada sesi pagi FGD gabungan Team Royal Medina.

Pembahasan mencakup cara menghadapi keberatan calon konsumen, mengenali buying signal atau tanda ketertarikan, melakukan follow-up, dan mendampingi proses pengambilan keputusan dengan lebih percaya diri.

Materi ini dekat dengan pengalaman Memorial Partner: calon konsumen sudah tertarik dan menanyakan harga, tetapi masih membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan keputusan.

Dalam situasi tersebut, Memorial Partner perlu memahami pertanyaan yang belum terjawab, kekhawatiran keluarga, dan informasi yang masih dibutuhkan. Follow-up menjadi kesempatan untuk memberikan penjelasan yang relevan dan membantu keluarga memperoleh kejelasan.

Peserta mengikuti materi FGD gabungan Team Royal Medina pada 7 Oktober 2026
Peserta mengikuti pembinaan keterampilan closing dan penguatan mindset dalam sesi pagi.

Penguatan Mindset: Memahami Nilai Pelayanan

Melengkapi materi sesi pagi, Ustadz Zulhamdi memberikan penguatan mengenai kesungguhan dalam menjalankan bisnis. Waktu, pikiran, tenaga, dan aktivitas perlu diarahkan secara konsisten.

Pengetahuan produk harus dipelajari, komunikasi perlu dilatih, dan hubungan dengan calon konsumen perlu dirawat. Harapan memperoleh hasil yang baik perlu disertai kesiapan untuk menjalani prosesnya.

Kesungguhan tumbuh ketika Memorial Partner memahami nilai pekerjaannya: membantu keluarga mempersiapkan kebutuhan pemakaman dan memuliakan orang yang mereka cintai.

Di balik pertanyaan tentang lokasi, tipe kavling, dan biaya, sering terdapat harapan seorang anak untuk memberikan penghormatan terbaik kepada orang tuanya. Pemahaman inilah yang diharapkan membentuk cara Memorial Partner mendengar, menjelaskan, dan melayani.

Sebuah Telepon Pagi dan Cinta Seorang Anak

Untuk menggambarkan nilai tersebut, Ustadz Zulhamdi menceritakan pengalaman menerima telepon pada pagi hari dari salah seorang jamaah hajinya.

Ayah dari seorang teman jamaah tersebut meninggal dunia. Dua pekan sebelumnya, ibunya telah lebih dahulu wafat. Pengalaman pemakaman sang ibu meninggalkan kesedihan bagi keluarga karena saat penggalian, liang lahatnya dalam kondisi tergenang air.

Ketika ayahnya meninggal, sang anak tidak ingin memakamkannya di dekat makam ibunya dalam kondisi seperti yang pernah mereka alami. Ia ingin mencarikan tempat pemakaman yang lebih layak bagi sang ayah.

Kisah ini memperlihatkan betapa dalamnya cinta seorang anak kepada orang tua. Di tengah kehilangan, ia tetap berusaha memberikan penghormatan terbaik yang mampu dilakukan.

Keluarga yang sedang berduka membutuhkan informasi yang jelas, pendampingan yang tenang, dan seseorang yang bersedia mendengarkan.

Intisari penguatan nilai pelayanan oleh Ustadz Zulhamdi.

Dalam penguatan tersebut, Ustadz Zulhamdi juga menyinggung kisah wanita Qurtuba yang pernah dibahas dalam tulisan tersendiri. Kisah itu hadir sebagai bahan perenungan tentang kematian, bekal kehidupan, dan pentingnya menjaga niat dalam setiap ikhtiar.

Menghubungkan Keyakinan dengan Kesiapan Praktis

Penguatan mindset juga diarahkan pada kesiapan melakukan pekerjaan sehari-hari. Peserta diajak membayangkan proses pelayanan secara konkret: masuk ke akun masing-masing, memahami pilihan kavling, mengenali tahapan booking, dan mempersiapkan diri ketika konsumen mengambil keputusan.

Mengenal pilihan Single, Double, maupun Royal Family perlu diikuti kemampuan menjelaskan kesesuaiannya dengan kebutuhan keluarga. Kesiapan tersebut dibangun melalui belajar dan latihan.

Ustadz Zulhamdi turut mengajak peserta menguatkan doa dan ibadah, termasuk tahajud. Ikhtiar yang tertata dan doa yang sungguh-sungguh diharapkan membantu mereka menjaga harapan, ketekunan, dan ketenangan selama menjalani proses.

Sesi Siang: Menata Database yang Valid

FGD Grup Zulhamdi pada siang hari membawa penguatan tersebut ke dalam langkah yang lebih teknis. Peserta diarahkan untuk mendata ulang kontak yang sudah dimiliki dan membangun sedikitnya 100 database yang valid.

Database perlu memuat informasi yang membantu komunikasi: nama, nomor yang aktif, hubungan dengan pemilik kontak, serta catatan percakapan dan tindak lanjut.

100 Kontak valid sebagai database awal.
250 Orang berbeda yang dijangkau dalam satu bulan.
10 Orang per hari selama 30 hari.

Target komunikasi kepada 150 orang berbeda dalam satu bulan dapat dibagi menjadi sepuluh orang per hari selama 30 hari, atau enam orang per hari selama 25 hari kerja.

Apabila database awal berisi 100 orang, diperlukan penambahan sedikitnya 50 kontak valid untuk mencapai jangkauan tersebut. Komunikasinya tetap perlu dilakukan secara personal, sopan, dan relevan dengan kebutuhan penerima.

Follow-up Membutuhkan Kesungguhan

Penguatan juga diberikan pada kualitas follow-up. Memorial Partner diajak menelaah catatan calon konsumen: apa kebutuhannya, apa yang masih menjadi pertimbangan, informasi apa yang belum dipahami, dan langkah apa yang paling tepat dilakukan berikutnya.

Pesan yang diberikan perlu mengikuti perkembangan percakapan. Ada keluarga yang membutuhkan penjelasan biaya, ada yang ingin melihat lokasi, dan ada yang perlu berdiskusi bersama pasangan atau anak sebelum mengambil keputusan.

Kesungguhan dalam follow-up terlihat dari kemampuan memahami kebutuhan konsumen, mencatat perkembangan percakapan, dan memberikan tindak lanjut yang tepat.

Catatan pembinaan FGD Grup Zulhamdi.

Membangun Koordinasi dengan RT dan Mendengarkan Warga

Langkah berikutnya adalah mengajukan proposal kerja sama kepada pengurus RT dengan menggunakan format yang telah disiapkan.

Pendekatan diawali dengan perkenalan, penjelasan tujuan kegiatan, dan permohonan arahan mengenai cara berkomunikasi dengan warga. Pendampingan RT diharapkan membantu pelaksanaan market survey berlangsung lebih tertib dan sesuai kondisi lingkungan setempat.

Market survey menjadi sarana untuk mendengarkan pengalaman masyarakat, terutama mengenai kondisi lahan pemakaman, kemudahan memperoleh tempat pemakaman, dan persoalan yang pernah dihadapi saat kedukaan.

  1. Menyiapkan pendekatan kepada RT. Memperkenalkan diri, membawa proposal, dan meminta arahan mengenai pelaksanaan kegiatan.
  2. Mendengarkan pengalaman warga. Menggali kebutuhan dan pemahaman masyarakat tentang pemakaman di lingkungan mereka.
  3. Memberikan pengenalan yang relevan. Menjelaskan Al Azhar Memorial Garden berdasarkan pertanyaan dan kebutuhan yang muncul.
  4. Menindaklanjuti warga yang berminat. Mengajak mereka mengikuti konsultasi atau kunjungan survei lokasi yang dijadwalkan.

Dalam pengenalan layanan, Memorial Partner juga perlu menjelaskan komponen biaya dengan tepat agar warga memahami ketentuan kavling dan layanan tersendiri yang diperlukan.

Mengajak Masyarakat Mengenal Lokasi Secara Langsung

Warga yang berminat dapat diajak mengikuti kunjungan survei ke Al Azhar Memorial Garden. Melalui kunjungan tersebut, keluarga dapat melihat lingkungan pemakaman, mengenal pilihan kavling, dan mengajukan pertanyaan secara langsung.

Jadwal, jumlah peserta, serta fasilitas bus dan makan siang akan dikoordinasikan terlebih dahulu agar kunjungan dapat dipersiapkan dengan tertib.

Alur Aktivitas yang Dibangun

Menata database → membangun komunikasi → mendengarkan kebutuhan → memberikan edukasi → mengajak survei → mendampingi tindak lanjut.

Agent Book sebagai Bekal Belajar dan Presentasi

Pada sesi siang, kegiatan juga diisi dengan penyerahan Agent Book kepada Memorial Partner. Alat bantu ini menjadi bagian dari pembekalan agar peserta dapat mempelajari informasi produk dan mempersiapkan presentasi dengan lebih terarah.

Memiliki perangkat kerja perlu diikuti kebiasaan menggunakannya. Peserta diharapkan mempelajari isinya, berlatih menjelaskan informasi, dan membawa pertanyaan yang belum dipahami ke dalam proses pembinaan berikutnya.

Jejak Pembinaan yang Berlanjut

Dua agenda FGD ini menjadi bagian dari pembinaan Memorial Partner untuk memperkuat kemampuan, menumbuhkan kesungguhan, dan membantu peserta menentukan langkah kerja setelah pertemuan selesai.

Sesi pagi memperkaya keterampilan menghadapi proses closing. Sesi siang memberikan arah untuk menata database, memperbaiki follow-up, membangun koordinasi dengan RT, dan mempersiapkan market survey.

Harapannya, ilmu dan semangat yang diperoleh dapat terlihat dalam aktivitas berikutnya: komunikasi yang lebih terarah, pelayanan yang lebih peka, dan tindak lanjut yang konsisten.

Pembinaan terus hidup ketika peserta menjalankan apa yang dipelajari, mengevaluasi hasilnya, dan kembali belajar bersama.

Penulis • Jejak Pembinaan

Zulhamdi M. Sa’ad, Lc.

Syariah Family Legacy Advisor • Memorial Director
Official Marketing ID AZHR-07146

Aktif dalam edukasi persiapan pemakaman, pendampingan keluarga, serta pembinaan Memorial Partner melalui FGD, training, pendampingan lapangan, dan aktivitas edukasi.

Lihat profil lengkap Zulhamdi →

Pertanyaan tentang Pembinaan Memorial Partner

Apa fokus dua sesi FGD pada 7 Oktober 2026?

Sesi pagi membahas keterampilan closing Preneed dan Atneed serta penguatan mindset. Sesi siang membahas database, follow-up, koordinasi dengan RT, market survey, dan rencana kunjungan warga.

Berapa target database yang diarahkan dalam pembinaan?

Peserta diarahkan membangun sedikitnya 100 kontak valid sebagai database awal dan mengembangkan jangkauan komunikasi kepada 150 orang berbeda dalam satu bulan.

Bagaimana membagi target komunikasi kepada 150 orang?

Target tersebut dapat dibagi menjadi lima orang per hari selama 30 hari, atau enam orang per hari selama 25 hari kerja. Komunikasi dilakukan secara personal, sopan, dan sesuai kebutuhan penerima.

Apa tujuan market survey bersama RT?

Market survey bertujuan memahami pengalaman, kebutuhan, dan pengetahuan warga mengenai pemakaman. Koordinasi dengan RT membantu kegiatan berjalan tertib dan sesuai kondisi lingkungan.

Apa fungsi Agent Book bagi Memorial Partner?

Agent Book menjadi perangkat belajar dan alat bantu presentasi agar Memorial Partner dapat mempelajari informasi produk serta mempersiapkan penjelasan kepada calon konsumen.

Ingin Bertumbuh Menjadi Memorial Partner?

Kenali aktivitas, sistem pembinaan, perangkat kerja, dan peluang pengembangan diri bersama Al Azhar Memorial Garden.