ziarah-kawasan-indah

Ketika Makam Orang Tua Menjadi Tempat Sampah: Mengapa Perawatan Makam Penting?

Petugas merapikan rumput Al Azhar Memorial Garden
Makam akan tetap menjadi tempat keluarga kembali berziarah bertahun-tahun setelah prosesi selesai. Kebersihan dan perawatan kawasan karena itu bukan hal kecil.
Serial Kisah Keluarga • 8 dari 12

Bagaimana Jika Itu Makam Ayah Kita?

Ada pemandangan yang mungkin dianggap sepele oleh orang lain, tetapi dapat terasa sangat menyakitkan bagi seorang anak yang sedang datang berziarah kepada orang tuanya.

Sebuah Kisah yang Membekas

Ia Datang untuk Berziarah kepada Ayahnya

Mungkin hari itu ia datang seperti anak-anak lain yang merindukan orang tuanya.

Ia datang ke salah satu TPU untuk berziarah ke makam ayahnya. Tidak ada permintaan yang rumit. Ia hanya ingin berdiri di dekat makam, mengucapkan salam, mengirim doa, dan mengingat seseorang yang dahulu begitu penting dalam hidupnya.

Tetapi ketika sampai di makam sang ayah, ada pemandangan yang membuat hatinya sedih.

Di atas dan sekitar makam ayahnya terdapat bungkus makanan, plastik, dan sampah yang ditinggalkan orang.

Bagi orang yang lewat, mungkin itu hanya bungkus plastik. Sesuatu yang bisa dilihat lalu dilupakan beberapa detik kemudian.

Tetapi bagi seorang anak, yang berada di bawah tanah itu bukan sekadar sebuah makam.

Itu ayahnya.

Seseorang yang mungkin dahulu mengantarnya sekolah. Seseorang yang bekerja untuk keluarganya. Seseorang yang nasihatnya mungkin baru terasa nilainya setelah ia tiada.

Dan sekarang, ketika sang anak datang membawa rindu dan doa, ia mendapati tempat ayahnya beristirahat menjadi lokasi orang meninggalkan sampah.

Ada Kesedihan yang Sulit Dijelaskan

Kita tentu memahami bahwa kondisi setiap TPU berbeda dan sampah dapat terjadi karena perilaku pengunjung, bukan semata pengelolanya. Namun bagi keluarga, pengalaman melihat makam orang tua tidak terjaga tetap dapat menimbulkan luka tersendiri.

Mengapa Ini Begitu Menyentuh?

Karena Cinta Tidak Berhenti Ketika Orang Tua Dimakamkan

Ketika Ayah atau Ibu wafat, kita memang tidak lagi bisa merawat mereka seperti ketika masih hidup. Kita tidak bisa lagi membawakan makanan kesukaan mereka. Tidak bisa lagi mengantar ke dokter. Tidak bisa lagi menelepon hanya untuk bertanya apakah mereka sudah makan.

Tetapi ada sesuatu dalam hati seorang anak yang tetap ingin melakukan yang terbaik.

Kita ingin jenazah mereka diperlakukan dengan hormat. Kita ingin makamnya tidak diinjak-injak. Kita ingin ketika datang berziarah, tempat itu bersih dan terjaga.

Bukan karena rumput yang rapi dapat menambah pahala seseorang. Bukan pula karena makam yang indah menentukan keadaan seseorang di akhirat. Tetapi karena menjaga kehormatan tempat pemakaman adalah bagian dari adab orang yang masih hidup.
Islam Menjaga Kehormatan Orang yang Telah Wafat

Kubur Bukan Tempat yang Boleh Diperlakukan Sembarangan

Larangan Duduk di Atas Kubur

Dalam Sahih Muslim, Rasulullah ﷺ melarang duduk di atas kubur. Peringatan ini menunjukkan bahwa tempat pemakaman memiliki kehormatan yang harus dijaga. Sahih Muslim 972a.

Ada pula hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa mematahkan tulang orang yang telah meninggal seperti mematahkannya ketika masih hidup. Riwayat ini memperlihatkan betapa syariat tetap menjaga kehormatan jasad setelah kematian. Sunan Ibn Majah 1616.

Dalil-dalil ini tidak secara khusus berbicara tentang kebersihan taman makam, tetapi menguatkan prinsip umum penghormatan kepada orang yang telah wafat dan tempat pemakamannya.

Karena itu, ketika kita berbicara tentang makam yang bersih dan terawat, kita tidak sedang mengatakan bahwa kemewahan adalah ukuran kemuliaan.

Yang kita bicarakan adalah sesuatu yang lebih sederhana: rasa hormat.

Yang Sering Terlupakan

Pemakaman Bukan Hanya Urusan Hari Pertama

Prosesi pemakaman mungkin berlangsung beberapa jam. Tetapi makam dapat berada di tempat itu selama bertahun-tahun.

Anak akan datang. Pasangan akan datang. Cucu mungkin datang. Hari raya berlalu. Tahun berganti. Rumput tumbuh. Daun berguguran. Hujan datang dan pergi.

Karena itu, pertanyaannya bukan hanya: “Apakah ada kavling yang tersedia?”

Tetapi juga: “Bagaimana tempat ini akan dijaga setelah kami pulang?”
Perawatan area makam oleh petugas Al Azhar Memorial Garden
Perawatan kawasan merupakan salah satu aspek yang dapat ditanyakan keluarga ketika mempertimbangkan tempat pemakaman jangka panjang.
Tiga Hal yang Layak Dipikirkan

Sebelum Memilih Tempat Pemakaman untuk Keluarga

01

Siapa yang Merawat Kawasan?

Tanyakan bagaimana kebersihan, rumput, jalan, dan lingkungan pemakaman dijaga setelah proses pemakaman selesai.

02

Bagaimana Keluarga Berziarah?

Lihat akses menuju makam, walkway, area duduk, fasilitas lansia, dan kenyamanan ketika keluarga kembali berdoa.

03

Bagaimana Jangka Panjangnya?

Pikirkan tempat itu bukan hanya untuk hari pemakaman, tetapi sebagai tempat yang mungkin dikunjungi keluarga bertahun-tahun kemudian.

Di Mana Al Azhar Menjadi Relevan?

Perawatan Menjadi Salah Satu Bagian dari Sistem Kawasan

Bagi keluarga yang mulai mempertimbangkan Al Azhar Memorial Garden, salah satu hal yang dapat dilihat langsung adalah bagaimana kawasan dirawat.

Petugas melakukan pembersihan area, merapikan rumput, melakukan penyiraman, dan menjaga akses kawasan. Walkway juga membantu peziarah bergerak tanpa menjadikan makam sebagai jalur berjalan.

Penyiraman area makam Al Azhar Memorial Garden
Keluarga dapat melihat langsung kondisi dan perawatan kawasan ketika melakukan survei.

Bukan Berarti Tempat Lain Tidak Layak

Setiap pemakaman memiliki karakter, kondisi, sistem, dan keterbatasannya masing-masing. Al Azhar Memorial Garden dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan bagi keluarga Muslim yang menginginkan kawasan terencana, fasilitas ziarah, dan sistem perawatan yang dapat dilihat sebelum mengambil keputusan.

Satu Renungan Terakhir

Kalau Kita Mampu Menjaganya, Mengapa Tidak Dipikirkan Sejak Sekarang?

Selama hidup, mungkin kita berusaha memberikan rumah yang nyaman untuk orang tua. Kita membawa mereka berobat ketika sakit. Kita membelikan makanan yang mereka sukai. Kita ingin mereka diperlakukan dengan baik.

Lalu ketika suatu hari mereka kembali kepada Allah, mungkin ada satu pertanyaan yang layak kita bawa pulang dari kisah ini:

Jika kita mempunyai waktu dan kemampuan untuk memilih, sudahkah kita memikirkan tempat peristirahatan terakhir yang dapat dijaga dengan baik?

Tidak harus menjawabnya hari ini. Tetapi mungkin hari ini adalah waktu yang baik untuk mulai membicarakannya dengan keluarga.

Bila Ingin Mulai Menghitung

Tidak Harus Langsung Membeli. Mulailah dengan Memahami Pilihannya.

Cicilan 12X

Lihat gambaran pembayaran sesuai informasi yang berlaku.

Lihat simulasi →
Cash Keras 7 Hari

Pelajari simulasi pelunasan lebih cepat.

Lihat simulasi →
Tunai 14 Hari

Bandingkan alternatif pembayaran tunai.

Lihat simulasi →

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *