Mengapa Saya Memilih Membangun Komunitas, Bukan Sekadar Membangun Bisnis
Karena bagi saya, bisnis yang besar lahir dari manusia yang tumbuh, dipercaya, dan memiliki tujuan.
Ketika saya memutuskan serius membangun bisnis di Al Azhar Memorial Garden, sejak awal saya tidak ingin hanya mengumpulkan orang, mengejar transaksi, atau membangun jaringan sebesar-besarnya. Saya ingin membangun sesuatu yang lebih panjang usianya: komunitas manusia yang bertumbuh bersama.
Penjualan adalah hasil. Manusia adalah investasi.
Jika seseorang hanya diajarkan menjual, mungkin ia bisa menghasilkan transaksi. Tetapi ketika seseorang dibantu bertumbuh dalam ilmu, keberanian, komunikasi, disiplin, leadership, dan pelayanan, ia sedang membangun masa depannya.
Saya pernah berada di dunia bisnis yang sangat dekat dengan target, jaringan, dan angka
Dalam perjalanan hidup, saya cukup lama mengenal dunia pemasaran, membangun tim, melakukan rekrutmen, mengembangkan leadership, dan mendampingi banyak orang dalam mengejar target bisnis.
Dari sana saya belajar satu hal: angka memang penting, tetapi manusia jauh lebih penting.
Sebuah tim bisa menghasilkan omzet besar dalam satu bulan. Tetapi jika orang-orang di dalamnya tidak tumbuh, tidak memiliki karakter, tidak memahami tujuan, dan tidak memiliki budaya saling menguatkan, maka organisasi itu mudah kehilangan arah.
Sebaliknya, ketika manusia dibangun dengan benar, insyaAllah angka akan mengikuti.
“Saya tidak ingin hanya memiliki banyak orang dalam jaringan. Saya ingin melihat banyak orang menemukan keberanian, kemampuan, penghasilan, dan masa depan yang lebih baik.
Jangan hanya membangun jaringan. Bangun manusianya.
Sebuah jaringan menjadi kuat bukan karena berapa banyak nama yang tercatat di dalam struktur, tetapi karena berapa banyak orang yang benar-benar bertumbuh, mampu berdiri sendiri, melayani masyarakat, dan kemudian membantu orang lain bertumbuh.
Saya melihat bisnis ini memiliki ruang yang sangat besar untuk edukasi dan pelayanan
Produk pemakaman memiliki karakter yang berbeda dengan banyak produk lainnya. Kita tidak sekadar menawarkan sesuatu, tetapi berbicara tentang keluarga, kematian, kesiapan, syariah, dan sebuah keputusan yang sangat personal.
Ada Ruang untuk Edukasi
Banyak keluarga belum pernah memikirkan persiapan makam. Karena itu pendekatan pertama seharusnya adalah memberikan pemahaman, bukan sekadar menawarkan produk.
Ada Nilai Pelayanan
Kita berhubungan dengan keluarga pada salah satu fase kehidupan yang sangat sensitif. Dibutuhkan empati, ketenangan, kejelasan, dan pendampingan.
Ada Nilai Syariah
Pembicaraan tentang pemakaman membawa kita kepada adab, kewajiban terhadap jenazah, arah kiblat, kehormatan makam, dan tanggung jawab keluarga Muslim.
Ada Nilai Keluarga
Keputusan mempersiapkan makam sering kali bukan keputusan untuk diri sendiri saja, tetapi bentuk tanggung jawab, cinta, dan perhatian kepada keluarga.
Ada Ruang Bertumbuh
Seorang Memorial Partner dapat belajar komunikasi, presentasi, prospecting, follow-up, pelayanan, leadership, hingga membangun tim.
Ada Nilai Legacy
Bagi saya, bisnis terbaik bukan hanya meninggalkan penghasilan, tetapi juga ilmu, budaya baik, pelayanan, serta manusia yang terus bertumbuh.
Fokus kita mudah berhenti pada omzet
Kalau orientasinya hanya bisnis, percakapan kita biasanya berputar pada target, closing, bonus, ranking, dan angka.
Semua itu tentu bagian yang wajar dari sebuah usaha. Bisnis memang harus menghasilkan.
Tetapi saya tidak ingin perjalanan kami berhenti di sana.
Karena ada orang yang bergabung bukan hanya membutuhkan peluang penghasilan. Ada yang sedang mencari arah baru. Ada yang ingin kembali percaya kepada dirinya. Ada yang ingin belajar berbicara. Ada yang ingin memiliki lingkungan positif. Ada pula yang ingin membangun masa depan keluarganya.
Kita bertanya lebih jauh: “Bagaimana orang ini bisa bertumbuh?”
Bukan hanya, “Berapa closing-nya bulan ini?”
Tetapi juga: apakah ia semakin percaya diri? Apakah ia memahami produk? Apakah ia mampu berbicara dengan baik? Apakah ia belajar memimpin? Apakah ia mulai memiliki disiplin?
Dan yang lebih penting: apakah kehadirannya mulai memberi manfaat kepada orang lain?
Bukan grup WhatsApp yang ramai, tetapi lingkungan tempat orang bertumbuh
Bagi saya, sebuah komunitas harus memberikan sesuatu yang membuat anggotanya menjadi lebih baik daripada ketika pertama kali bergabung.
Belajar
Memahami produk, pasar, syariah, komunikasi, pemasaran, dan pelayanan.
Berlatih
Belajar presentasi, prospecting, follow-up, dan berkomunikasi dengan calon konsumen.
Bergerak
Ilmu tidak berhenti di ruang training, tetapi dibawa menjadi aktivitas nyata.
Melayani
Mengutamakan kebutuhan keluarga dengan pendekatan yang santun dan amanah.
Menumbuhkan
Setelah berkembang, belajar membantu orang lain melakukan perjalanan yang sama.
Karena orang tidak cukup hanya diberi link, brosur, lalu diminta menjual
Banyak orang sebenarnya memiliki potensi. Mereka hanya belum menemukan lingkungan, sistem, latihan, dan pendampingan yang tepat.
Membangun Arah
Setiap orang perlu memahami mengapa ia menjalankan bisnis ini dan apa yang ingin dibangun untuk dirinya serta keluarganya.
Membangun Kompetensi
Pengetahuan produk, kemampuan menjelaskan, prospecting, follow-up, dan pelayanan perlu dilatih secara konsisten.
Membangun Mental
Bisnis selalu memiliki penolakan dan tantangan. Komunitas membantu seseorang tidak mudah berhenti ketika hasil belum datang.
Membangun Leadership
Ketika seseorang mulai memiliki tim, ia perlu belajar memberi contoh, membina, dan bertanggung jawab.
Membangun Adab
Cara menawarkan, berbicara, menjelaskan, dan memperlakukan calon konsumen harus tetap menjaga kehormatan dan etika.
Membangun Kemandirian
Tujuan pembinaan bukan membuat orang selalu bergantung kepada leader, tetapi membuat mereka suatu hari mampu berdiri dan membina orang lain.
Saya ingin melihat orang-orang di dalam tim suatu hari lebih besar daripada leader-nya
Bagi saya, leadership bukan tentang membuat orang terus berada di bawah kita. Leadership adalah membantu seseorang tumbuh sampai ia memiliki keberanian, kompetensi, penghasilan, jaringan, dan kepemimpinannya sendiri.
Tidak semua orang datang dengan kemampuan yang sama
Ada yang sejak awal pandai berbicara. Ada yang masih takut mengirim WhatsApp kepada calon konsumen.
Ada yang mempunyai jaringan luas. Ada pula yang merasa hanya memiliki sedikit teman.
Ada yang punya pengalaman bisnis bertahun-tahun. Ada yang benar-benar memulai dari nol.
Karena itu saya tidak ingin sebuah komunitas hanya memberi panggung kepada mereka yang sudah hebat.
Justru salah satu fungsi komunitas adalah membantu orang yang belum bisa menjadi bisa, yang belum percaya diri menjadi berani, dan yang belum memiliki arah mulai menemukan jalannya.
“Jangan ukur seseorang hanya dari posisinya hari ini. Bisa jadi yang kita bina dengan sabar hari ini adalah leader besar beberapa tahun ke depan.
Membangun komunitas bukan berarti melupakan hasil
Komunitas yang sehat tetap membutuhkan produktivitas. Karena tanpa aktivitas dan hasil, sebuah bisnis tidak dapat bertahan.
Karena itu kami tetap belajar prospecting, melakukan presentasi, mengajak masyarakat survei, melakukan follow-up, dan membantu proses transaksi.
Kami tetap mempunyai target. Kami tetap mengukur aktivitas. Kami tetap merayakan pencapaian.
Tetapi target tidak boleh membuat kita kehilangan cara memperlakukan manusia.
Trust → Education → Service → Transaction
Saya lebih menyukai pola: bangun kepercayaan terlebih dahulu, berikan edukasi, layani dengan baik, kemudian biarkan transaksi menjadi konsekuensi dari nilai yang benar-benar dirasakan konsumen.
